iklan

Featured Post
Kisah Seorang Istri Sholehah dan putrinya

  Ini adalah sebuah kisah nyata tentang perjuangan seorang istri dan putrinya dalam menghadapi ujian dikala sang suami atau sebagai ay...

Friday, 23 December 2016

Kalau Bisa Dibuat Mudah, Mengapa hidup harus dibuat sulit?

Bismillahirrahmannirrahim.


Sesuai pertanyaan judul diatas, terkadang lebih mudah diucapkan akan tetapi begitu sulit untuk dilaksanakan. Dalam kehidupan kalau bisa dibuat mudah mengapa harus dipersulit?.

Bila dikaitkan dengan firman Allah :

"Dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan senda-gurau dan permainan belaka dan sesungguhnya perumahan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, jikalau mereka mengetahui.” (Al-Ankabut: 64)

Ya, hidup didunia adalah kehidupan yang sementara, kehidupan fatamorgana dan penuh kepalsuan. Segala tindakan yang kita perbuat belum tentu murni bernilai ibadah, ikhlas karena Allah. Bisa jadi perbuatan baik apapun yang kita lakukan telah terkotori dengan riya atau ingin pamer sehingga tanpa kita sadari menjadi satu hal yang sia-sia dimata Tuhan. Apalagi jika kita melakukan perbuatan buruk yang didasari karena ego dan hawa nafsu yang akan semakin menumpukan amalan dosa didalam jiwa.

Setiap manusia lebih banyak tersibukan oleh hal hal yang sebenarnya suatu bentuk kesia-siaan di mata Allah misalnya bila ada kasus yang sedang "hot" atau "hit" terkadang kita lebih mudah menanggapi atau berkomentar tanpa ada dasar ilmunya sama sekali. Orang bilang "lidah tidak bertulang" padahal ada yg lebih besar antara faedah atau mudharatnya yaitu "opini" atau buah pemikiran yg kita tulis melalui media sosial atau melaui lisan dan lain sebagainya sehingga keadaan yang seharusnya dapat menentramkan malah semakin mengobarkan api karena perang opini. Jadi jelas apakah tidak semakin besar dosa-dosa yang kita tanggung apabila pendapat kita menyesatkan?.

Apa yang kita rasakan bahwa sekarang ini adalah jamannya demokrasi yang dianggap bisa sembarangan orang untuk bebas berpendapat, baik dengan hawa nafsunya atau dengan menggunakan disiplin keilmuannya yang justru ujung ujungnya bila berbenturan malah menimbulkan konflik bahkan sampai ke ranah hukum, kalau begitu dapat kita pertanyakan apa artinya dengan demokrasi bila berbeda pendapatpun malah jadi ribut atau bahkan berurusan dengan aparat hukum.

Berarti khan tidak bebas?.

Padahal seharusnya khan damai-damai saja atau aman-aman saja.

Pada akhirnya semua kejadian diatas dunia ini baik pengalaman diri maupun episode perjalanan orang lain yang seharusnya dapat kita ambil hikmahnya bahwa sebelum kita berbuat, haruslah kita pertimbangkan masak-masak apa konsekuensinya kelak atas perbuatan atau buah pemikiran kita.

Bekali diri dengan pemahaman diri dahulu, bekali diri dengan sepenuhnya dengan "ISI" ilmu sehingga tidak akan diibaratkan seperti " Tong kosong nyaring bunyinya" atau ibarat "Air beriak tanda tak dalam".

Bila diri kita bukan seorang pakar pembuat pesawat jangan coba-coba membuat pesawat sendiri.
Bila diri kita  bukan seorang ahli agama jangan coba coba mengurai masalah agama atau bahkan menghina para alim ulama, yang bilamana kita lihat ke diri kita sendiri dapat dipertanyakan, apakah kita lebih soleh dari diri mereka? Apakah hidup kita setiap waktu mendalami kitab suci atau menghapalnya?.
Apakah ibadah kita telah benar sesuai tuntunan nabi?. Bahkan untuk ibadahpun kita masih "belang bentong", doa-doapun banyak yang tidak hapal apalagi penguasaan tafsir quran dan ribuan hadits yang hapal diluar kepala. Astagfirullah.

Sekarang kembali kita melihat kedalam diri kita sendiri, sejatinya bila hidup ingin tentram dan tidak menambah beban dosa, ya terapkan pertanyaan kedalam diri sendiri "bila hidup bisa dibuat mudah mengapa harus dibuat sulit?."
"Bila bisa berbuat baik, mengapa harus berbuat zhalim?".

Hidup yang sebentar ini bisa kita manfaatkan sebaik baiknya dengan banyak melakukan perbuatan baik walaupun terlihat kecil dan sederhana. Insyaallah.

“Hai sekalian manusia, sesungguhnya janji Allah itu adalah benar. Maka dari itu, janganlah engkau semua tertipu oleh kehidupan dunia ini dan janganlah sekali-kali kepercayaanmu kepada Allah itu tertipu oleh sesuatu yang amat pandai menipu.” (Fathir: 5)

JAGALAH HATI DAN LIDAHMU TERUTAMA HAWA NAFSU PIKIRANMU SENDIRI

Wallahuallam bisshawab

Wednesday, 7 December 2016

Gempa Aceh Dan Arab bersalju

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Segenap rasa cinta dan sholawat kepada nabi Muhammad SAW. Semoga kita dapat safaatnya di hari penghisaban kelak.



Apa yang terjadi di akhir akhir tahun 2016 ini baik yang terjadi di negeri kita tercinta maupun di seluruh dunia. Banyak hal yang semakin membuat umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya semakin menyadari bahwa apa yang disabdakan oleh Rosulullah mengenai akhir zaman semakin hari semakin nyata terlihat tanda tandanya mendekati hari akhir (kiamat).

Lantas apakah kita harus takut?. Atau apakah kita harus tidak perduli?. Semua kembali kepada hak masing masing orang. Apa yang menjadi pilihan kita itulah nantinya yang harus kita tanggung sendiri karena semuanya berkaitan dengan iman. Dibawah ini mungkin sedikit yang dapat saya ungkapkan untuk membuka kesadaran mengenai beberapa fenomena diantara puluhan tanda tanda akhir zaman yang mungkin kita tidak sadari padahal nabi telah mengabarkannya 1400 tahun yang lalu.

1. Sering terjadi nya gempa bumi.

Apa yang terjadi hari ini (7 Desember 2016) di bumi serambi mekkah (Aceh) yang kita turut berduka cita atas kejadian gempa bumi 6,5 SR. Semoga Allah memberi kesabaran kepada saudara saudara kita disana. Hanya Allah Yang Maha Tahu setelah ini belahan bumi mana lagi akan terjadi gempa. Apakah dibelahan bumi barat ataupun di jazirah Arab. Wallahualam.

2. Timbulnya perselisihan perselisihan.

Sementara di bumi lain diantaranya adalah negeri Palestina dan saudara saudara muslim Rohinghya yang mengalami penindasan. Sedangkan di saat ini dinegeri kita sendiri sedang terjadi perselisihan perselisihan berkaitan dengan penistaan agama yang berimbas pada hubungan sosial ataupun politik dsb yang hanya Allah Yang Maha Tahu atas segala kehendakNya.

3. Daerah Jazirah dan Tanah Arab yang Tandus kini Menghijau.


Dalam awal awal bulan ini (setelah terjadi juga tahun tahun sebelumnya) terjadi fenomena turunnya salju di daerah padang pasir Tabuk sekitar 1500 KM dari ibukota Riyadh sedangkan kota Riyadh nya sendiri terjadi banjir yang merubah lautan pasir menjadi lautan air. Subhanallah.


Salju adalah merupakan sumber komponen utama bagi terbentuknya tumbuhan, sungai di dunia. Saat ini berdasarkan penelitian sains, di jazirah tanah tandus arab tidak terkecuali di tabuk, bahkan di gurun sahara sudah mulai dipenuhi dengan tumbuhan hijau dengan turunnya hujan salju.


“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim)“

Berdasarkan penelitian Profesor Alfred Kroner, seorang ahli geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany - dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai, sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

Langkah menuju Gerbang Akhir Zaman.


Dari sebagian tanda tanda atau fenomena diatas merupakan penggenapan menuju gerbang tanda tanda kiamat kubro. Apa yang menjadi gerbang menuju tanda tanda besar kiamat?. Yaitu munculnya Al Mahdi. Apakah saat ini beliau telah ada?. Saya yakin telah ada. Hanya saja Allah masih sembunyikan, bila telah saatnya tiba, beliau akan di islahkan dalam satu malam, barulah pada saat itu beliau muncul dihadapan publik terutama di Mekkah dan dibai'at oleh kaum mukminin.

Dari (Abu Sa’id) Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ؛ يُبْعَثُ عَلَـى اخْتِلاَفٍ مِنَ النَّاسِ وَزَلاَزِلَ، فَيَمْلأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جُوْرًا وَظُلْمًا، يُرْضِـى عَنْهُ سَاكِنُ السَّمَاءِ وَسَاكِنُ اْلأَرْضِ، يَقْسِمُ الْمَالَ صِحَاحًا.
‘Aku berikan kabar gembira kepada kalian dengan al-Mahdi, yang diutus saat manusia berselisih dengan banyaknya keguncangan. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan kelaliman dan kezhaliman sebelumnya. Penduduk langit dan penduduk bumi meridhainya, ia akan membagikan harta dengan cara shihaah (merata).’
Seseorang bertanya kepada beliau, ‘Apakah shihaah itu?’ Beliau menjawab, ‘Dengan merata di antara manusia.’”

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِـي الْمَهْدِيُّ؛ يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِى الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ، وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ، يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا (يَعْنِي: حِجَجًا).
“Pada akhir umatku akan keluar al-Mahdi. Allah menurunkan hujan kepadanya, bumi mengeluarkan tumbuhannya, harta akan dibagikan secara merata, binatang ternak melimpah dan umat menjadi mulia, dia akan hidup selama tujuh atau delapan (yakni, musim haji).”
Semoga kita semua selamat di akhir zaman ini.
Amin yarobbal alamin.

Thursday, 20 October 2016

Cinta : Antara Pilihan dan Kesempatan



Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan pilihan, itu kesempatan.


Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatan. Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan yang berbunyi : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil".

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu. Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Saturday, 24 September 2016

Anto dan Alan

SUATU SIANG DI KOTA AMPERA YANG INDAH.


ANTO yang sedang sakit gigi tengah berbaring dikamarnya.


Tiba tiba terdengarlah suara pedagang pempek diluar rumah dengan suara lantang dan keras.

PEDAGANG : "KAPAL SELAAM.. KAPAL SELAAM.. RASA GURIH.. PEMPEK IKAAAN... PEMPEK IKAAAN..." (berkali kali)

Karena merasa terganggu dengan suara sang pedagang, berteriaklah ANTO dari dalam rumah.

ANTO : "HEY... BANG.. DA KATEK OTAK APA?.."
(da katek = ga ada).

PEDAGANG (dengan suara mantap) : "HABIS BANG OTAK OTAK NYA.." 

ANTO (kesal) : " ASEEEM......"

PEDAGANG (lugu) : " TIDAK BANG, CUKO SAYA PAS.. GAK ASEM.. " (Cuko =Cuka)

Karena tambah kesal, keluarlah ANTO dari rumah dan melihat si pedagang.

ANTO : "DASAR SIALAN KAU...."

PEDAGANG : "KOQ TAHU NAMA SAYA ALAN BANG???.."

ANTO : *#&###**$?? (pingsan)

Ending cerita ini akhirnya bang ANTO mengalah memborong mpek mpek Si Alan dan keduanya pun tersadar kesalahannya.

PEACE..!!!

Buatlah hati tersenyum, walaupun bibir tidak..

Saturday, 17 September 2016

Bapakku Hebat

Di suatu negeri di benua Afrika, ada satu komunitas yang memiliki kebanggaan terhadap sesuatu yang berwarna hitam, semakin gelap dianggap semakin hebat.  Ada tiga orang anak yang sedang membangga banggakan keadaan orang tuanya dengan bercerita.

Anak pertama : " Bapakku kalau habis mandi, air bekas mandinya akan berwarna hitam saking hebatnya bapakku.."

Anak kedua : " wah masih kalah dengan bapakku.. aku pernah lihat bapakku tangannya gak sengaja terluka, darahnya berwarna hitam yang keluar.. saking hebatnya bapakku "

Anak ketiga : " Bapak kalian belum seberapa dengan bapakku, tahu gak kalian?.. sewaktu bapakku habis buang angin, aku lihat dunia langsung GELAP, saking hebatnya kentut bapakku..


........
(No sara, Just kidding)

Sunday, 11 September 2016

Sepenggal Kisah Lagu Kala Tangan dan Kaki Berkata



Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Chrisye atau Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.


Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain,deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi : "A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. 

Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.
...
Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: 

"Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. istri saya, Yanti, sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada "take" ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhirat kelak.

Bila Anda penasaran dengan lagu ini silahkan lihat videonya di youtube.

Tuesday, 6 September 2016

Curhat Seorang Pramugari

Dipelataran sebuah taman, seorang pramugari sedang berbincang bincang dengan seorang temannya.


Pramugari :" Aku ga ngerti alasan atasanku memberi sanksi kepada ku selama 3 bulan cuma gara gara anak kecil..!"
Teman :" lho emangnya kamu punya salah apa?"
Pramugari : "masalah sepele..."
Teman : " apa tuh?.."
Pramugari : "ketika aku bertugas di perjalanan aku menegur anak anak kecil yang bermain-main...kubilang.. heh..heh..heh.. anak anak.. jangan lari larian disini.. MAIN DI LUAR SANA !"
Teman :"$#***#!!?? weew..
........


TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG

Monday, 5 September 2016

Tukang Ojek dan Tukang Bakso



Suatu saat seorang tukang ojek sedang membeli bakso.


Tukang Ojek : "Bang, bakso nya berapa se porsi?"
Tukang Bakso : "10.000 aja pa!."
Tukang Ojek : "5.000 aja ya.. itung itung sama teman sendiri.."

setelah berpikir sejenak. tukang bakso pun mengiyakannya.

Pada saat disajikan.

Tukang Ojek bertanya, " Koq ga pake mie dan sayuran bang??"
Tukang bakso : " khan cuma 5.000 pa!!"

Pada suatu pagi keesokan harinya, tukang bakso habis berbelanja dipasar, disaat mau pulang bertemulah dengan tukang ojek yang kemarin beli bakso.

Tukang Bakso : " Pa. ke jalan Kahuripan berapa ongkosnya?"
Tukang Ojek : "10.000 aja bang.."
Tukang Bakso : "5.000 ya..."

Setelah berpikir pikir. akhirnya tukang ojek menyanggupinya.

Singkat cerita. Ketika dalam perjalanan, saat melewati jalan menurun, motor tukang ojek menurun dengan kencangnya..
Dengan ketakutan Tukang Bakso berteriak : " pa..pa..pa.. rem.. rem.. paa..!!"

Tukang Ojek :" Khan cuma 5.000.., ga pake rem!"
.....

TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG

Nobody is Perfect

Anda sedang galau?. Apa yang Anda pikirkan?. Begitu banyak masalah kah saat ini yang sedang Anda hadapi?. Apapun yang sedang Anda rasakan berkenaan dengan merasa "ketidaksempurnaan diri" menghadapi berbagai persoalan hidup misalkan masalah percintaan, masalah rumah tangga, masalah pekerjaan, masalah keuangan dsb.


Pernahkah Anda meresapi dan berintrospeksi diri bahwa berbagai persoalan muncul diawali dari respon pikiran terutama sugesti dari alam bawah sadar kita sendiri. Ketika berkeyakinan Anda akan menghadapi masalah maka pasti akan menemui masalah karena itu yang sedang Anda harapkan. Namun ketika Anda berkeyakinan baik baik saja maka tentunya akan baik baik saja. 

Ketika Anda telah berintrospeksi diri kemudian telah mendapatkan apapun mindset diri sendiri selama ini. Lantas apakah Anda juga mengevaluasi segala bentuk hubungan Anda terhadap orang lain baik ucapan maupun tindakan apakah telah sesuai untuk tidak menciderai hati atau perasaan orang lain?. 

Sebagai gambaran; terkadang kita gampang sekali menilai sesuatu apa yang telah diperbuat atau dihasilkan orang lain dengan penilaian "negatif" misalkan bila seseorang telah menghasilkan suatu karya lalu kita bilang jeleklah.. atau tidak enaklah.. atau salah.. dsb, padahal bisa jadi orang tersebut telah berbuat semaksimal mungkin mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk berbuat yang terbaik menyenangkan orang lain. Ketika Anda telah menilai negatif, apakah tidak hancur perasaannya. Menghancurkan keikhlasannya berubah menjadi "dongkol". Terkadang kita sibuk dengan kesalahan orang lain sebesar semut padahal bisa jadi sisi kebaikannya melebihi sebesar gajah. Seperti salah satu ungkapan yang cukup terkenal.

Misalkan bila keadaannya terbalik, Anda pada posisi dalam penilaian orang lain yang melakukan suatu karya misalkan kebisaan memasak. Mungkin pernah sekali kali Anda melakukan kesalahan, bayangkan bila Anda memasak, setelah sibuk mempersiapkan bahan bahan, kemudian membersihkan, mengolah bumbu bumbu, kemudian memasaknya berhadapan dengan kompor panas dengan wajan dsb. Ketika telah selesai dan disajikan kemudian dinilai oleh orang lain "ga enak banget" dengan sadis di pendengaran Anda. Bila Anda emosi tentunya jangan sampai melakukan "pergerakan" perpindahan makanan tersaji ke tempat "yang tidak semestinya" misalnya muka orang lain. Maaf. 

Ya begitulah terkadang kita mudah sekali menilai tapi tanpa pernah mencoba melalui proses. Ketika telah melalui proses akan terasa sekali tahapan perjalanan suatu proses perjuangan, pengorbanan, proses pencurahan tenaga dan konsentrasi dsb.

Manusia bukanlah seperti robot melainkan terdiri dari darah dan daging dan memiliki perasaan.
Dari sinilah terkadang kita tidak sadar menanamkan suatu "karma" buruk yang tercatat oleh alam yang menjadi simpanan Anda lalu dikemudian hari dikembalikan kedalam diri Anda.

Kesimpulannya adalah bila ingin hidup Anda bahagia maka awali pemikiran Anda dengan pola pikir (mindset) positif. Kemudian perbanyak perbuatan baik untuk mengumpulkan karma baik (pahala di sisi Tuhan) sekecil apapun dan yang terakhir usahakan untuk selalu tersenyum apapun kesulitan yang sedang Anda hadapi.

Hadapilah hidup dengan berbaik sangka, maka Alampun akan berbaik sangka kepada Anda. Bahkan Tuhan pun akan mengikuti apapun persangkaan seorang hamba kepadaNya.

Manusia memang tidak ada yang sempurna, maka akan lebih baik bila Anda telah menyadari diri sendiri dan diaplikasikan untuk menghargai orang lain juga. 

Mohon maaf bila ada kata kata yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat.

Pikiran Terbuka

Selama manusia belum dapat bebas dalam arti yang sebenarnya, dia akan selalu merindukan sesuatu yang tidak atau belum ada. Tidaklah mengherankan apabila manusia yang tinggal di tepi laut merindukan keindahan alam pegunungan, sebaliknya mereka yang tinggal di lereng gunung merindukan keindahan pantai lautan. Manusia yang belum bebas selalu menganggap keadaan orang lain lebih menyenangkan daripada keadaan diri sendiri, milik orang lain lebih menarik daripada miliknya sendiri, dan seterusnya.


Pendeknya, yang terbaik dan terindah itu selalu berada di SANA, sedangkan yang berada di SINI selalu membosankan, buruk dan tidak seindah yang di sana.

Hanya kalau orang sudah benar-benar bebas daripada permainan pikiran yang mengejar kesenangan, kalau sudah bebas dari bayangan bayangan kesenangan masa lalu yang menjadi kenangan, bebas dari penilaian, bebas dari perbandingan, maka dia dapat membuka mata dan memandang dengan wajar, memandang dengan waspada dan dengan penuh perhatian, sepenuh perhatiannya, kepada apa adanya di saat ini.

Dan kalau sudah dapat memandang seperti itu, setiap saat terhadap apa yang ada, tanpa dikotori perbandingan dan penilaian, maka batin tidak lagi digoda oleh bayangan-bayangan yang hanya mendatangkan pengejaran kesenangan dan akhirnya menuntun kita kepada kebosanan, kekecewaan dan kesengsaraan.

Hanya kalau mata kita terbuka dan mengamati apa adanya setiap saat, maka akan nampaklah segala yang ada sebenarnya adalah apa adanya itu.

Apabila dalam penglihatan hasil pengamatan ini masih ada penilaian "ini baik dan menyenangkan” atau “Itu buruk dan tidak menyenangkan”, maka pengamatan itu pun akan menjadi kotor dan ternoda karena yang berkata baik atau buruk itu bukan lain adalah pikiran yang selalu menjangkau kesenangan.

Dalam ranah hukum Tuhan adalah lain persoalan karena tanpa ada penilaian makhluk pun, Tuhan tahu apa yang TERBAIK bagi diri manusia sebelum adanya pilihan yang menjebak manusia itu sendiri karena tidak menggunakan nurani dan akal sehatnya.

Wallahualam.

Friday, 2 September 2016

Pambukaning Pemakluman Diri

Pernahkah Anda terlintas bayangan bila pernah ada suatu bangsa yang memiliki peradaban tinggi, tingkat spiritualitas tinggi, kemudian dibarengi tingkat pemakluman diri terhadap diri dan orang lain juga tinggi. Bangsa ini pernah ada, kemudian "berhijrah" sedangkan peninggalan bangsa ini dihancurkan bangsa lain yang agressor. 

Namun kali ini saya tidak akan mengulas sejarah, saya sekedar membahas peninggalan peradaban bangsa ini mengenai Tingkat pemakluman sepenuhnya untuk menjadi pembelajaran bagi diri saya dan mungkin bagi Anda. Semoga ada manfaatnya.

Seperti apakah pemakluman itu?, gambaran sederhana mungkin bisa dibayangkan dengan suatu contoh kecil; Bila suatu saat Anda sedang bercanda dengan seorang anak kecil, kemudian anak kecil itu tiba tiba tanpa sebab menampar muka Anda, apakah Anda ingin membalasnya?. Tapi tentunya Anda yang sehat pikirannya tidak akan membalas tamparannya bukan?. Inilah makna sederhana dari tindakan pemakluman. 

Lantas bagaimana cara melakukan pemakluman sepenuhnya?. Pertama memperbaiki kualitas spiritualitas Anda, karena ini kuncinya. Dari sini akan bangkit suatu kesadaran diri, kepasrahan diri serta ada keinginan untuk memaafkan kesalahan diri dan orang lain yang berbuat salah kepada Anda baik orang itu mengakui kesalahannya atau pun tidak. Selain itu pula mengetahui batasan norma norma atau kaidah pemakluman yang tidak bertentangan dengan hukum Tuhan.

Yang kedua, selanjutnya memandang suatu hal yang menimpa diri adalah sepenuhnya sudah ter-skenario-kan Tuhan di Lauh mahfudz (catatan perjalanan semua ciptaan Tuhan) atau dengan kata lain menerima takdir Tuhan. Akan tetapi hasilnya adalah dari pilihan kita sendiri.

Ketiga, melakukan upaya berbaik sangka (husnudzon). Seperti contoh diatas Anda ditampar anak kecil, atau contoh lainnya misalnya ketika Anda sedang mengantri di Loket tiket, Anda sudah mengantri ber jam jam tiba tiba ada orang yang datang menerobos antrian, ketika tiba giliran Anda di depan loket dibilang tiketnya sudah habis???.. Apa yang Anda rasakan?. 
Mungkin gelap di mata Anda, namun apakah otak Anda memerintahkan untuk meng-eliminasi orang yang menerobos antrian atau penjual tiketnya?. 

Bila Anda salah menentukan pilihan mungkin Anda telah menjadi seorang robot Terminator. Namun bila Anda dengan terang pikiran dan hati akan mendapatkan kesimpulan bahwa Tuhan memiliki rencana yang lain dengan kejadian tersebut. Inilah yang menjadikan diri Anda seorang fasilitator bagi jiwa Anda sendiri untuk melakukan PEMAKLUMAN DIRI SEPENUHNYA TERHADAP DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN maka Anda telah meraih salah satu kebahagiaan hidup di dunia. Insyaallah.

Banyak lagi contoh contoh lain dalam kehidupan yang dapat Anda sarikan sendiri, misalnya dalam menghadapi cobaan, fitnahan, kesusahan dsb. Kepasrahan total kepada Tuhan adalah bentuk pemakluman Diri yang paling sempurna. Berat dilakukan namun bila telah meraihnya akan bahagia luar biasa.

Semoga kita semua bisa beristiqomah dijalan yang benar dan sepenuhnya berusaha memperbaiki diri salah satunya rendah hati dan berbaik sangka dan pemakluman diri terhadap diri dan orang lain. Insyaallah. Amien.

Setitik Tentang Jati Diri

Assalamualaikum.

Kata jati diri barangkali pernah kita dengar atau bahkan mungkin diantara Anda ada yang sedang menggali, apa dan bagaimana, seperti apa dsb. Jati diri pada dasarnya berkaitan dengan "anggapan seseorang terhadap dirinya sendiri". Dalam bahasa psikologi jati diri dapat dipadankan dengan "self-esteem". Bagaimana seseorang memandang dirinya menentukan sikapnya terhadap hidup. 


Ada orang yang beranggapan dirinya adalah orang yang tidak berharga, padahal orang lain melihat dia sebagai orang yang pandai dan rajin. Karena menganggap dirinya tidak berharga, maka dia tidak mampu menggunakan kemampuannya dalam pekerjaan maupun dalam keluarga.

Bangsa Jepang mempunyai jati diri yang kuat. Bangsa ini melihat dirinya sebagai bangsa yang unggul dan terhormat. Rasa unggul dan terhormat ini menjadikan bangsa Jepang sebagai pekerja keras, tekun dan tahan menderita. Selain itu bangsa Jepang pantang tercemar kehormatannya. Kalau harus menanggung rasa tidak hormat (malu maka lebih baik mati (harakiri). Sebaliknya, mungkin terlalu lama dijajah, bangsa Indonesia mempunyai jati diri yang lemah.

Pertanyaan yang paling mendasar lantas bagaimana dengan jati diri kita sendiri? Tentu tidak mudah melakukannya. Waktu yang paling tepat untuk meneliti jati diri adalah sewaktu kita mengalami nasib yang tidak menyenangkan, misalnya sedang sakit, sedang kena PHK atau mengalami kebangkrutan usaha. Nasib diri kita pada dasarnya bersumber dari jati diri atau self-esteem, yaitu bagaimana kita melihat atau menganggap diri kita. Keadaan sakit juga merupakan akibat dari self-esteem.

Jati diri terbentuk oleh tiga kebutuhan hidup manusia, yaitu kekuasaan, rasa tanggung jawab dan cinta kasih. Manusia membutuhkan kekuasaan dalam bentuk pengaruh terhadap orang lain, penerimaan dan perhatian dari orang lain. Kegagalan atau kekecewaan tidak medapatkan kekuasaan tersebut dapat menyebabkan orang menganggap dirinya tidak berguna atau self-esteem yang rendah. Hal yang sama juga terjadi pada kegagalan mendapatkan kasih sayang dan tanggung jawab.

Sebagai contoh, pada waktu kita mengalami musibah, termasuk sakit, mulailah menelusuri berbagai kejadian atau pengalaman di waktu lalu yang menyebabkan kekecewaan, kesedihan atau kemarahan dalam hal kekuasaan, kasih sayang dan tanggung jawab dalam hidup itu sendiri. Kalau sudah menemukan pengalaman dan kejadian tersebut maka sadarkan diri sendiri bahwa pengalaman dan kejadian tersebut sudah lewat dan seharusnya tidak ada urusan atau kaitan lagi dengan kehidupan kita sekarang. Sekarang kita sudah menduduki kursi direktur dalam perusahaan besar, sehingga kita menjadi perhatian, mendapat kasih sayang dan juga kekuasaan.

Apakah semudah itu mengubah jati diri? Tidak sama sekali. Memang mudah dikatakan tetapi sangat sulit untuk dilaksakan. Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

Selanjutnya bertanyalah pada diri sendiri, apa tujuan hidup kita. Bagi orang yang religius dapat bertanya, untuk tujuan apa Tuhan menciptakan saya dan menugaskan saya hidup di bumi ini? Para pewaskita mengatakan bahwa tujuan hidup adalah untuk memberi, untuk melayani orang lain. Dalam Islam dikatakan bahwa tujuan hidup manusia adalah menjadi Khalifah Allah di Bumi. Misi Kholifah adalah untuk memakmurkan bumi dan membahagiakan sesamanya.

Jika sekarang Anda sudah tahu tujuan hidup yang paling hakiki, yaitu melayani. Pertanyaannya, apakah selama ini kita sudah bersikap melayani? Kalau belum tidak heran kita gagal menjadi pejabat, menjadi pengusaha atau menjadi tetangga yang baik. Kita tentu menyangkal bahwa hidup kita sejauh ini belum atau tidak melayani. Kalau begitu bertanyalah pada diri sendiri, apakah kita bahagia, tidak tegang atau stress?

Kalau kita merasa tidak bahagia (ada saja yang kurang atau ada saja yang salah), itu tandanya kita tidak bahagia atau mengalami stress. Rasa tidak bahagia dan stress adalah sumber kegagalan dan penyebab sakit. Tidak melayani sama artinya dengan egois. Kita jadi pejabat tidak melayani rakyat tetapi sibuk dengan kekuasaan. Menjadi pengusaha tidak melayani konsumen tetapi sibuk meningkatkan keuntungan sendiri.

Dari ragam dialog diri diatas, yang perlu kita sadari adalah bahwa kita memiliki nilai atau harga diri sama dengan manusia lain karena semua manusia diciptakan Tuhan dengan misi yang sama. Oleh karena itu tidak perlu merasa kurang atau merasa lebih dari orang lain. Katakan pada diri sendiri bahwa kita adalah manusia "pemberi" yang hebat. Itulah jati diri kita yang hakiki.

Antara Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta

Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah dan ia melihat ada 3 orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan. Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. 

Perempuan itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Laki-laki berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang? Perempuan itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata laki-laki itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.

Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata laki-laki itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya perempuan itu karena merasa heran. Salah seorang laki-laki itu berkata, "Nama dia Kekayaan, "katanya sambil menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu laki-laki berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu. 

Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di luar. Suaminya pun merasa heran. "Oh...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. 

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita. Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.

Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. 

Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.

Tuesday, 30 August 2016

Antara Sakti dan Sakit

Assalamualaikum wr.wb

Di zaman dikatakan milenium ini, yang sesungguhnya telah beberapa kali terjadi peradaban "lebih milenium" berganti kemudian tenggelam dan muncul lagi berulang ulang. Namun pada hakikatnya kehidupan manusia adalah sama, sebagai pemimpin diatas bumi. Maknanya adalah untuk mengolah dan memanfaatkan semua sumber daya alam di bumi untuk kebaikan seluruh umat manusia.


Sedikit sekali catatan sejarah mengenai peradaban masa lalu yang hebat yang di ketahui oleh khalayak sekarang ini bahkan mungkin telah dihancurkan atau dihilangkan. Beberapa barangkali ada dari nubuwah atau cerita dari kitab suci mengenai keadaan peradaban masa lalu disertai misi suci para utusan (nabi / rosul) ditengah umat mereka. Sehingga apa yang dikatakan mukjizat atau karomah orang orang suci tergambarkan diluar batas tanggap otak kita sekarang ini. Apa sebab?.  Ujung ujungnya karena sebab kekuasaan Tuhan.

Di zaman sekarang apakah ada orang yang memiliki karomah atau kemampuan yang mukjijat?.  Tentu ada, hanya saja orang orang seperti itu tidak pernah menunjukan diri di muka umum. Kalaupun ada barangkali adalah penampilan para pesulap dan ahli mentalist seperti muncul di media media. Kesimpulannya yang membedakannya adalah kemampuannya diperoleh dari mana. Cara berlatih, Instan atau memang pemberian Tuhan atau dari cara setan.

Bila diantara Anda ada yang memiliki kelebihan dari Tuhan, maka syukurilah agar tidak menjadikan Anda mengaku "sakti" sehingga malah menjadi kutukan dari Tuhan. Bila dilatih maka pergunakan untuk kebaikan semua orang. Adapun bila Anda memperolehnya dari setan, maka segeralah bertobat karena tidak akan ada manfaatnya bagi Anda dan akan menjadi sengsara di akhirat kelak. Wallahualam

Bagi saya dan diantara Anda yang berada pada garis normal normal aja, mungkin menjadi orang "SAKTI" adalah angan angan / khayalan akan tetapi bila sewaktu waktu menderita "SAKIT" itu adalah kenyataan. :)

Kelelahan fisik, mental dan pikiran akan menyebabkan jatuhnya diri menjadi sakit. Bisa sakit fisik atau bisa pula fisikis. Sakit fisik bisa berusaha dengan istirahat yang cukup, minum vitamin dan obat, akan tetapi bila sakit karena pikiran barangkali akan lama prosesnya, hanya satu jalan yang bisa membantu yaitu dengan berserah diri kepada Tuhan. Tiada daya dan upaya selain karena kekuasaan Tuhan.

Lantas kalau sakit hati masuk kemana ya?. kalau secara fisik namanya sakit liver :), namun secara fisikis tetap termasuk karena pikiran juga yang mengendap. Berikhtiar dan berdoa adalah upaya diri sebelum berpasrah diri kepada Tuhan.

Mengharapkan kesaktian yang bila Tuhan tidak berikan malah membuat diri berputus asa, padahal sesungguhnya kesaktian yang sejati adalah pengendalian diri dari hawa nafsu. Namun bila suatu saat Tuhan berikan hidayah dan karomah karena saking sayangnya Tuhan kepada kita dengan memberi amanah, maka syukurilah dan pergunakan untuk kebaikan ke semua orang.
Wallahualam. 

Semoga Anda Sehat Semuanya.
Misi selanjutnya...

Friday, 26 August 2016

Setitik Pemakluman Diri

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Salam sejahtera untuk para sahabat semua.

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, sampai sampai ditengah kesibukan yang fana tidak sempat meluangkan waktu menuangkan pemikiran di blog ini, mudah-mudahan yang terutama adalah jangan sampai melalaikan mendekatkan diri kepada Nya. Insyaallah.

Ya, barangkali seperti itulah hidup di dunia, baik saya ataupun Anda para sahabat secara tidak sadar sebenarnya sama sama telah tertipu diri dalam buaian angan angan dunia. Apa yang kita kejar, apa yang kita raih sebenarnya semua adalah ilusi dunia, mengejar hakikat kebahagiaan diri namun sesungguhnya malah terbelenggu dalam kehampaan diri. Yang ada adalah lelah hati, lelah fisik dan lelah pikiran. Walaupun misalnya Anda sekarang telah meraih kesuksesan diri mendapatkan apa yang dulu Anda cita citakan, lantas apakah Anda puas?. Saya yakin belum tentu. Bisa jadi Anda malah berencana untuk berangan angan meraih cita cita yg lebih tinggi atau malah Anda saat ini sedang berada pada titik kejenuhan karena Anda sudah bosan untuk segera "rehat diri".

Apa sih yang menyebabkan kehampaan diri tersebut diatas?. Dalam hal ini adalah adanya ketidakseimbangan antara pemenuhan ego diri (hawa nafsu) dengan kebutuhan jiwa / ruhani akan spiritualitas mengenal diri dan Sang Pencipta.

Sebagian ada yang bilang;  khan sudah cukup dengan melakukan ritual ritual ibadah? atau dengan melakukan amal amal kebaikan ataupun menjadi orang baik itu sendiri dsb.

Bisa jadi benar, tapi sisi lain bisa juga belum cukup, apa sebab?. Apakah disaat kita melakukan ritual ritual ibadah atau amal kebaikan tersebut telah sepenuh hati dilakukan dengan keikhlasan atau tidak?. Adakah didalam hati terbersit adanya berharap pamrih atau malah menjadi riya, ujub dsb. wallahualam.

Mengenal diri dan mengenal siapa Tuhan atau siapa Allah bagi setiap orang beriman semua agama diawali dengan penerapan akan arti SEPENUHNYA PEMAKLUMAN DIRI.

Gambaran sederhananya malah seperti berkesan koboi. Nah lho???. Orang yang bersikap " AKU BERBUAT mau ikhlas atau tidak, bodo amat" maksudnya berawal dari niat karena Allah, setelah itu lupakan.. inilah ORANG BAHAGIA, mungkin Tuhan pun tertawa. Apa sebab?. karena selama ini apa yang disebut pahala dan dosa tidaklah nampak langsung terasa (perkara ghaib). Lain soal apabila misalnya setelah Anda melakukan dosa tiba tiba merasakan benjut benjut dan sebagainya atau sesuatu yang disebut pahala tiba tiba Anda merasakan "semriwing" seperti terkena hembusan angin sepoi sepoi sejuk :).. Benar kan?. Walaupun begitu terkadang ada sebab dan akibat secara tidak langsung apa yang kita lakukan hari ini akan menuai hasil nya di suatu saat selama di dunia. Namun tetap perkara dosa dan pahala adalah ghaib, hanya Sang Pencipta Yang Maha Tahu yang mengetahui. Sama halnya dengan perkara timbangan amal dan dosa di akhirat kelak. Wallahualam.

Terakhir Anda jangan salah kaprah bila menganalogikan terbalik; "SAYA MENERIMANYA (sesuatu) walaupun orang itu ikhlas atau tidak ikhlas MEMBERIKANNYA, bodo amat". ini sih orang tersesat dan rakus he he he..

Seperti apa sih PEMAKLUMAN DIRI ITU?. 
Akan kita bahas di lain waktu.

Salam

Selamat malam

Tuesday, 5 July 2016

KEMBALI KE FITRAH

Berawal dari kesucian seorang bayi.
Kemudian Melangkah dewasa menuai serpihan kekotoran diri dengan lumuran dosa.
Walau Dengan Kasih Sayang Allah memberikan waktu untuk hambaNya selalu bertobat.
Semisal adanya bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Namun terlukanya hati karena sebab kekhilafan ucapan, tindak tanduk, atau perangai diri.
Tidak akan mampu terbasuh bila tidak membuka diri dan hati Untuk saling memaafkan.
Untuk berakhir Insyaallah Suci layaknya fitrahnya seorang bayi.

Ratusan kata kata maaf dapat di tulis dan diukir dan puluhan Kata maaf dapat diucap.
Namun cuma satu ketulusan yang dapat diterima. Urusan pintu maaf adalah semasa hidup ini, urusan keadilan atas perbuatan besar seseorang hanya Allah bukakan di akhirat.

Pintu maaf terbuka semasa hidup, setelah mati tidak berguna.

MENGUCAPKAN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H

Sunday, 3 July 2016

Berdzikir : Dengan Mengingat Allah Sesungguhnya

Berdzikir mengingat Allah adalah kegiatan yang banyak diperintahkan Allah dalam Al Qur’an, bahkan dalam surat An Nisa ayat 103 kita diperintahkan agar ingat pada Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring.


Namun demikian dalam pelaksanaan dzikir ini kita harus berhati hati, lakukanlah dzikir sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan al Qur’an. Pada kenyataannya dewasa ini masih banyak ditemukan amalan dzikir sesat dan menyesatkan. Bacaannya betul menyebut nama Allah, namun niatnya salah dan keliru. Mereka mencampur aduk nama Allah dengan nama selain Allah. Mereka menyebut nama Allah bukan untuk mengabdi atau menganggungkan Allah. 


Mereka menyebut nama Allah untuk menghadirkan dan meminta bantuan khodam Jin.
Inilah yang diingatkan Allah dalam surat Al A’Raaf ayat 180 :
"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (Al A’raaf 180).

Pada surat al A’Raaf ayat 180 diatas Allah mengingatkan :”…..tinggalkanlah orang orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama Allah”. Karena pada kenyataannya masih banyak orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama Allah. Mulutnya menyebut nama Allah, namun hati dan fikirannya membayangkan sesuatu selain Allah. Mereka telah melakukan tindakan mempersekutukan Allah dalam menyebut namaNya.

Mengingat Allah dengan berdzikir adalah salah satu perbuatan mulia, hanya saja bila dilakukan dengan berlebihan dan tanpa kesesuaian dengan tuntunan nabi adalah suatu perbuatan yang mengarah kesia-siaan sehingga buat apa melakukan suatu perbuatan yang melelahkan namun tiada berpahala bahkan berdosa. 

Wallahualam

Air Ajaib : Antara Pola pemikiran dan Doa

Air adalah salah satu sumber kehidupan diatas bumi. Bumi sendiri terdapat 2/3 nya adalah lautan (air). Bahkan manusia yang hidup, ditubuhnya sebagian besar terdiri dari air. Alam lingkungan pun sebagian besar masih mengandung unsur air walaupun ada yang terpisah unsur atomnya seperti oksigen misalnya yang berasal dari unsur H2O (air) menjadi O2 (oksigen) karena sebab terjadinya proses alamiah.


Sebagian peneliti mengungkapkan bahwa salah satu syarat adanya kehidupan di satu planet adalah adanya air di planet tersebut karena berkaitan dengan atmosfir dan penghidupan makhluk hidup atas air.


Namun dalam hal ini kita sedikit membahas mengenai keajaiban air yang kita minum sehari hari berbanding dengan pola kebiasaan manusia berkaitan dengan doa atau pola pemikiran (positif atau negatif). Dalam Islam, setiap perlakuan ibadah berkaitan dengan air, misalnya berwudhu ataupun bersuci dari hadas besar (mandi), bahkan untuk sesuatu yang berkaitan dengan bersuci dan mensucikan terutama menggunakan media air. Hal yang menarik lainnya bahwa airpun digunakan sebagai sarana untuk penyembuhan penyakit (medis dan non medis)


Dari sebuah penelitian yang dilakukan seorang ilmuwan Jepang Dr Masaru Emoto yang dipublikasikan melalui bukunya “The True Power of Water” kita baru mengetahui bahwa ternyata air memberikan respon positif atau negatif terhadap fikiran manusia. Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi.


Hasilnya ternyata air mampu merespon kata-kata, gambar serta musik secara positif ataupun negatif. Jika kita mengatakan pada air kata-kata “cinta dan terima kasih” maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat “kamu bodoh” atau kalimat negatif lainnya maka air tersebut tidak akan membentuk kristal tapi meresponnya dengan bentuk yang buruk tidak menentu.


Demikian pula musik klasik ternyata mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik. Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan. Dari penelitian tersebut diperlihatkan akan kebesaran Allah, dimana air yang telah diberikan doa ternyata mampu membentuk kristal heksagonal yang sangat indah.


Dalam bukunya ”The Hidden Message in Water”, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air memiliki sifat mampu merekam pesan, seperti pita magnetik atau CD. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.


Temuan ini menjelaskan mengapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan orang yang sakit . Ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 70% terdiri dari air. Otak 74.5%, Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air.




Gambar pola air berdasarkan tempat dan pengaruhnya terhadap pola pemikiran dan doa


Rasulullah saw, bersabda, “Zam-Zam Limaa Syuriba Lahuu,” Air zam-zam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya. Barang siapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barang siapa minum dengan niat kesembuhan, Insya Allah dia akan sembuh.


Keajaiban air Zam-Zam tidak tertandingi, termasuk air termurni di Kutub Utara dan Selatan sekalipun. Hal ini dibuktikan juga oleh Dr. Masaru Emoto, bahwa tak ada kandungan air di dunia yang menyamai kandungan air Zam-Zam. Dibeberkan bahwa molekul air Zam-Zam merupakan molekul air paling cantik dan indah di antara air lainnya. Tentu saja setiap doa yang terhembus dari setiap jamaah haji dan Umroh selama ini menjadikan air Zam-Zam sebagai air terindah yang akan terus menghapus dahaga rohani setiap tamu Allah di Mekah. Pantaslah air Zamzam begitu berkasiat karena ia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Sayyidina Ibrahim.


Temuan ilmuwan Jepang ini membuktikan bahwa khasiat doa yang ditransfer melalui air merupakan hal yang nyata. Dengan penelitian ini, jelaslah sudah bahwa pengobatan alternatif melalui air yang telah diberi doa atau Rukyah untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang berat bukanlah suatu hal yang mustahil. Jika dulu banyak orang beranggapan penyembuhan penyakit melalui air yang diberi doa adalah musrik maka oleh ilmu pengetahuan telah dibuktikan bahwa doa yang dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa doa yang dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh


Sehubungan dengan itu kita harus hati hati , karena ternyata tubuh kita sendiri terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya bisa menimbulkan berbagai penyakit dan masalah lainnya pada tubuh kita. Sebaliknya jika kita berfikiran positip air ditubuh kita juga akan merespon positip dan memberi kekuatan serta kesehatan pada tubuh kita.


Tidaklah mengherankan jika stres ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit. Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita untuk menjaga agar fikiran kita tetap positip. Pikiran positif akan akan direspon positip oleh air yang ada ditubuh kita yang pada akhirnya akan memberikan kesehatan dan kekuatan pada tubuh kita.


Doa dan dzikir adalah salah satu cara untuk memberikan pengaruh positip pada sel air yang ada didalam tubuh kita. Orang yang setiap hari membaca Qur’an , berdzikir mengingat Allah, mengerjakan shalat dengan khusuk pasti akan memberikan pengaruh positip pada air yang ada ditubuhnya. Yang pada akhirnya juga akan memberikan kekuatan dan kesehatan pada tubuhnya.


Sebaliknya orang yang setiap hari hidup dalam kondisi tertekan, selalumengeluarkan atau mendengarkan ucapan sumpah serapah , keluhan serta makian dapat dipastikan air yang ada ditubuhnya akan mengeluarkan reaksi negatif pula. Hal mana pada akhirnya akan berpengaruh pada kesehatan dan daya tahan tubuhnya, yang pastinya akan berpengaruh pada kinerja yang bersangkutan dalam kegiatan sehari hari.


Karena itu Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agar banyak berdzikir mengagungkan dan menyebut nama Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring. Membaca Qur’an dan memperbanyak shalat sunah, semua itu akan memberi kekuatan pada rohani dan jasmani. Serta melindungi diri dari berbagai hal negatif yang dapat melemahkan kemauan dan semangat atau mendatangkan penyakit pada tubuh.


Alangkah besar manfaatnya bagi tubuh dan jiwa kita bila setiap kita minum atau berwudhu untuk tidak melupakan membaca bismillah. Insyaallah.

Saturday, 4 June 2016

Marhaban Ya Ramadhan dan Keutamaan di bulan ini

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti kedatangannya bagi seluruh orang mukmin, bulan yang penuh keberkahan dan kepergian bulan Ramadhan jauh lebih disesalkan daripada kepulangan seorang tamu mulia yang berlalu pergi. 

Tak heran bilamana para salaf dahulu berdoa jauh jauh hari sebelum Ramadhan datang :

" Ya Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadhan, dan pertemukanlah Ramadhan denganku, dan jadikan amal ibadahku pada bulan mulia itu diterima disisi Mu "

sekilas kita bertanya tanya, " apa sih keutamaan bulan Ramadhan bila dibandingkan dengan bulan bulan yang lain ? " dalam postingan kali ini, akan kami sebutkan sedikitnya ada beberapa keutamaan bulan Ramadhan, meskipun sebenarnya banyak sekali keutamaan bulan yang mulia ini yang telah disebutkan oleh para ulama. Yang kami harapkan bisa bermanfaat bagi kita semua.

1. Al Qur’an Diturunkan Pada Bulan Ramadhan

Allah ta’ala berfirman :

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan  (permulaan ) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda  ( antara yang hak dan yang bathil ) “ ( Al Baqarah : 185 )

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata (Allah ta’ala memuji bulan bulan Puasa diantara bulan – bulan lainnya, dengan memilih bulan tersebut ( sebagai waktu ) diturunkannya Al Qur’an ) lihat Tafsir Ibnu Katsir 1 / 282

“ karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya ) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan  ( lalu ia berbuka ), Maka ( wajiblah baginya berpuasa ), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur “ ( Al Baqarah : 185 )

Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah berkata ( dalam ayat yang mulia ini Allah menyebutkan 2 keutamaan bulan Ramadhan: ……………. Yang kedua adalah dengan diwajibkannya puasa Ramadhan atas umat ini, sebagaimana firman Allah "karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya ) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu" ) lihat ithaaful Iman bi Duruus Syahri Ramadhan hal. 15.

2. Pintu Langit Dibuka Sedangkan Pintu-Pintu Neraka Ditutup

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إذا دخل شهر رمضان فتحت أبواب السماء و غلقت أبواب جهنم و سلسلت الشياطين


"Apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu – pintu langit dibuka, sedangkan pintu – pintu neraka akan ditutup, dan setan dibelenggu  “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

3. Diampuninya Dosa-Dosa Di Bulan Itu

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

Dalam hadits lain beliau bersabda :

رغم أنف رجل دخل عليه رمضان ثم انسلخ قبل أن يغفر له


  "Celakalah seseorang, ia memasuki bulan Ramadhan kemudian melaluinya sedangkan dosanya belum diampuni" ( diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad )

4. Dilipat Gandakannya Pahala Pada Bulan Ramadhan

Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda :
عمرة في رمضان تعدل حجة 

"Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji "(diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim), Dalam riwayat Muslim disebutkan "……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku"

Ibnu Rajab rahimahullah berkata ( Abu Bakr bin Abi Maryam menyebutkan bahwa banyak guru – gurunya yang berkata : apabila telah dating bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq pada bulan Ramadhan dilipat gandakan bagaikan infaq fi sabilillah, dan tasbih pada bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain )

5. Lailatul Qadr Ada Di Bulan Ramadhan

Lailatul Qadr ( malam kemuliaan ) adalah suatu malam yang ada pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, yang mana malam tersebut memiliki banyak sekali barakah dan kemuliaan, bahkan satu malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar “ ( Al Qadr : 1-5 )

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إن هذا الشهر قد حضركم و فيه ليلة خير من ألف شهر من حرمها فقد حرم الخير كله

"Sesungguhnya bulan (Ramadhan) telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang tidak mendapatinya maka ia telah kehilangan banyak sekali kebaikan" (diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Mundziry)

6. Disyariatkannya I’tikaf Di Bulan Ramadhan

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa" ( Al Baqarah : 187 )

Anas radhiallahu anhu berkata :

"Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir dari bulanRamadhan, sampai beliau wafat, kemudian istri – istri beliau pun beri’tikaf setelahnya “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

7. Puasa Ramadhan Salah Satu Sebab Masuk Surga

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ada dua orang dari bani Qudha’ah yang masuk islam, kemudian salah seorang dari mereka mati syahid, sementara yang satunya wafat setahun kemudian, salah seorang sahabat bernama Thalhah bin Ubaidillah radhiallahu anhu berkata : aku bermimpi melihat surga, lalu aku melihat orang yang wafat setahun kemudian tersebut masuk surga sebelum orang yang mati syahid, akupun terheran – heran, maka tatkala pagi hari aku memberitahu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliaupun bersabda : 

أليس قد صام بعده رمضان و صلى ستة آلاف أو كذا و كذا رعكة صلاة سنة

  "Bukankah setelah itu ( dalam waktu setahun ) ia berpuasa Ramadhan, shalat enam ribu rakaat atau shalat sunnah beberapa rakaat ? " ( diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Albani )

8. Bulan Ramadhan Bulan Ibadah Dan Amal Kebaikan

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda :

من قام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
 
"Barangsiapa yang berdiri shalat pada bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

Inilah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan sarung beliau, menghidupkan malam Ramadhan, dan membangunkan keluarganya.

Inilah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi apabila datang bulan Ramadhan.

9. Bulan Ramadhan Adalah Bulan Penuh Berkah, Rahmat, Dan Mustajabnya Doa

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
أتاكم رمضان شهر مبارك

"Telah datang kepada kalian bulanRamadhan, bulan penuh berkah ….. “ ( diriwayatkan oleh An Nasai dan dishahihkan oleh Albani )

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
 
إذا دخل شهر رمضان فتحت أبواب الرحمة و غلقت أبواب جهنم و سلسلت الشياطين

"Apabila telah masuk bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu – pintu rahmat, sedangkan pintu – pintu neraka jahannam ditutup, dan setanpun dibelenggu “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan ini adalah lafadz Muslim )


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
  إن لكل مسلم في كل يوم و ليلة  – يعني في رمضان – دعوة مستجابة

"Sesungguhnya setiap muslim pada tiap siang dan malam hari – pada bulanRamadhan – memiliki doa yang mustajab “ ( diriwayatkan oleh Al Bazzar dan dishahihkan oleh Albani )

Ibnu Shalih El Sirawy