iklan

Featured Post
Kisah Seorang Istri Sholehah dan putrinya

  Ini adalah sebuah kisah nyata tentang perjuangan seorang istri dan putrinya dalam menghadapi ujian dikala sang suami atau sebagai ay...

Sunday, 21 February 2016

Thursday, 18 February 2016

Menumbuhkan Sifat Kepercayaan Diri Pada Anak

https://www.babarkata.com/2016/02/menumbuhkan-sifat-kepercayaan-diri-pada.html

Keluarga merupakan awal dari sebuah pembentukan karakter anak. Berawal dari rumahlah selain untuk tempat bernaung dari cuaca panas dan hujan juga sebagai tempat rehat bagi tubuh dan jiwa.

Apa yang terjadi jika di rumah, anak melihat ketidakharmonisan suasana orang tuanya, anak selalu di bentak atau dimarahi bila melakukan kesalahan walaupun kesalahan kecil, bahkan malah sebagian kasus ada orang tua yang memukuli anaknya sampai babak belur. Naudzubillah.

Ketika anak baru lahir sampai usia mulai mengerti keadaan yang ditandai dengan banyaknya segala hal ditanyai atau segala hal di "uji". Sebagian anak ada yang langsung kapok tapi ada juga yang tidak pernah menyerah.Keadaan akan berubah pada anak saat usia mendekati pra sekolah atau sekolah. Lingkungan barunya akan mempengaruhi sebagian besar karakternya. Bila sebagai orang tua mengabaikan keadaan ini, maka suatu saat akan menyulitkan orang tua sendiri.

Sesekali sebagai orang tua duduklah sebagai pendengar yang baik saat anak curhat menceritakan keadaan segala hal mengenai pergaulannya dengan teman sebayanya, dengan lingkungan sekolah nya dsb. Jika anak kehilangan moment ini karena disebabkan kesibukan kedua orang tua yang mungkin berkarier. Atau ada juga sebagian orang tua yang mungkin sibuk mengurus usahanya atau sang bunda sibuk mengurus rumah dan sang adik yang masih kecil.Kerinduan sang anak untuk tempat bercerita setidaknya akan mencairkan ketegangan jiwanya. Ibarat batere, kejiwaan sang anak akan terisi kembali, segar dan percaya diri untuk menghadapi keadaan berikutnya. Pernahkah Anda sebagai orang tua mendengarkan keluhan ketika sang anak bercerita dirinya berkelahi dengan temannya? atau malah dikucilkan teman temannya, atau mungkin di marahi gurunya dsb.

Sebagai orang tua haruslah bijak untuk melihat kasus lebih jauh, tidak untuk membuat anak dihakimi karena dia yang bersalah atau sebaliknya membela anak secara membabi buta tanpa tahu kebenarannya. Selain hal diatas, juga harus berhati hati dalam menasihati anak untuk memilih "kepasrahan" bukan pada tempatnya. Karena dari sinilah sifat kepercayaan diri sang anak di latih apakah akan terlalu percaya diri sehingga mendekati sifat angkuh atau sifat tidak percaya diri yang akan menonjol sehingga akan menghambat kecerdasan otak dan kreatifitas sang anak.

Sifat kearifan atau kebijaksanaan akan menumbuhkan kelembutan hati sang anak. Sifat menghakimi akan membuat sang anak menjadi keras hati. Cobalah kita tengok pada lingkungan keseharian anak anak dilingkungan kita sendiri, perhatikan karakter pada setiap anak yang lebih menonjol yang mana. Disanalah tempat pembelajaran kita, apa yang kita lakukan pada anak di rumah akan mempengaruhi sifat mereka pada lingkungan. Anak yang memiliki kepercayaan diri dan memiliki dasar dasar kerohanian akan terbiasa menganalisa situasi sekitarnya dan mampu bertahan diri untuk tidak mudah terpengaruh kepada hal hal yang negatif dari lingkungan tempat bersosialisasinya.

Ada satu riwayat bagaimana Rosulullah memberi keteladanan sikap beliau kepada anak,

Dari Anas r.a., “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : ‘Mengapa engkau lakukan?’ dan pula tidak pernah mengatakan: ‘Mengapa tidak engkau lakukan?’” (Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Adab 5578, Muslim, Kitabul Fadhail 4269, dan selain keduanya)

Hadits ini menggambarkan indahnya akhlak Rasulullah SAW terhadap seorang anak-anak yang bernama Anas ra.

Lantas Bagaimana Cara Mendidik Anak

  • Bagian Pertama mendidik adalah menyampaikan ajaran atau norma-norma. Norma bisa dari kebiasaan keluarga adat atau terbaik adalah ajaran AGAMA.
  • Kedua, jika anak melanggar norma, maka harus ‘dihukum’ atau ‘didisiplin’. Menghukum tidak berarti harus secara fisik, bisa juga secara ‘verbal’ dengan kata-kata. Yang harus diperhatikan, gunakanlah kata-kata positif di dalam kelemahlembutan. Jika harus menegur, maka tegurlah kesalahannya tetapi jangan serang pribadinya.
Misalnya, jika menegur anak yang bangun kesiangan, misalnya, katakan; “ Ayo anak soleh,...bangun nak sudah siang” tetapi jangan katakan; “ Ayo bangun, dasar pemalas!” Perkataan semacam ini sudah menyerang pribadi (menghardik) si anak dan kita memberi label si anak dengan sebutan ‘pemalas’ yang akan tertanam di dalam hatinya.

Kalau anak nakal, malas, kurang ajar, maka katakan; “Anak papa, tidak boleh nakal!” , “Anak bunda tidak boleh malas!” “Anak soleh, tidak boleh kurang ajar!” atau “Anak baik tidak boleh begitu, Allah sayang kamu, tetapi Allah sedih kalau kamu begitu”, jadi label si anak tetap anak papa, anak bunda, anak soleh, anak baik. Ini penting untuk membangun gambar diri yang benar dalam hidup anak, yang akan berguna dalam hidup selanjutnya.Insyaallah akan lahir generasi terdidik.

Hati yang keras yang tidak mengenal kasih sayang dan cinta adalah batu karang. Hati yang lembut adalah hati penuh cinta, penuh kasih sayang, dan pengertian kepada siapapun. Hati yang keras bisa dilatih agar menjadi lembut. Kelembutan hati adalah hati idaman setiap manusia, dambaan setiap makhluk yang penuh rindu. Seseorang dengan pribadi yang lembut senantiasa menunjukkan cinta kasih kepada sesama. Anas berkata,

“Rasulullah selalu mengambil dan merangkul putranya, Ibrahim, lalu mengecup dan menciumnya.” (H.R. Muslim)

Keutamaan berlemah lembut

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ الرِّفْقَ لاَيَكُوْنُ فِيْ شَيْئٍ إِلَّا زَانَهُ وَمَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْئٍ إِلَّا شَانَهُ

“Tidaklah kelemahlembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasainya dan tidaklah dicabut darinya melainkan akan memperjeleknya ” (HR. Muslim 2594 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)

Sabda beliau shallallahu’aaihiw asallam,

مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقَ يُحْرَمُ الخَيْر

“Siapa saja yang dihalangi dari kelemahlembutan maka dihalangi pula dari kebaikan” (HR. Muslim 2542 dari Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhu)

Juga sabda beliau shallallahu’alaihi wasallam,

إِنَّهُ مَنْ أُعْطِيَ حَظُّهُ مِنَ الرِّفْقِ فَقَدْ أُعْطِيَ حَظُّهُ مِنْ خَيْرِالدُّنْيَاوَالأَخِرَة

“Sungguh orang yang telah diberi bagian kelembutan berarti ia telah diberi bagian kebikan dunia dan akhirat” (HR. Ahmad 6/159 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)

Dan beliau bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ

“Jika Allah menginginkan kebaikan bagi sebuah anggota keluarga maka Dia akan memasukkan kelembutan kepada mereka” (HR. Ahmad 6/71, 6/104-105, hadits shahih)

Sabda beliau,

إِنَّ اللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan.” (HR. Muslim 2593 dari ‘Aisyah secara marfu’).


Wallahualam.

Sunday, 14 February 2016

Ketika Seorang Suami Menyaksikan Istrinya Melahirkan

Hari itu, aku disms istriku tercinta. “Bi (abi-red-), ummi sudah pembukaan 4, sekarang udah di RSHS”. Aku segera bergegas ke rumah sakit. Tiba di sana sekitar pukul 1 siang. Di sana terbaring seorang wanita yang 1 tahun lalu aku nikahi. Perutnya buncit bukan kepalang. Sesaat lagi, janin di dalamnya akan segera keluar. Dan aku akan menjadi seorang ayah.

Sesekali dia mengerang. Dan tangannya menggapai-gapai sesuatu untuk dipegang. Dia berbisik lirih padaku. “bi ..sakit…”. Apa yang mesti aku katakan, aku sendiri bingung. Ini adalah kali pertama bagiku. Aku cuma tersenyum dan berkata “sabar ya mi..”.  

Sesaat kemudian dia berkata, “bi panggilin suster, minta periksa sekarang sudah pembukaan berapa”. Segera aku menghadap suster-suster yang sudah berkerumun. Ada 3 atau 4 orang di sana. Kemudian salah seorangnya datang dan memeriksa. “Sudah berapa sus?”. “Masih belum berubah pak. Sepertinya sangat lambat pembukaannya. Terpaksa harus di-drib”. Istriku sepertinya tahu apa yang dimaksud. Beberapa saat kemudian suster menyuntikan cairan ke dalam infus istriku. Dan tiap15 menit, erangan istriku bertambah kuat. Ucapnya semakin lirih terdengar “bi.. sakit..”.

Aku sendiri belum pernah melihat istriku begitu kesakitan seperti saat ini. Setiap kontraksi sepertinya menimbulkan nyeri yang luar biasa. Dan karena dirangsang oleh cairan tadi, kontraksi jadi semakin sering terjadi. Aku semakin bingung apa yang harus dilakukan. Yang aku lakukan cuma tersenyum, dan memegang erat tangannya yang sesekali mengejang menahan sakit. Berkali-kali kontraksi terjadi, dan berkali-kali pula kata itu terucap : “bi.. sakiit..”. Sesaat kemudian melelehlah butir bening di pipinya. Istriku menangis.

Aku jadi sadar, betapa penting kehadiran seorang suami pada saat-saat seperti ini. Kehadiran kita secara fisik pada saat persalinan, adalah kado terindah yang bisa diberikan suami kepada istrinya. Pada saat dimana setiap menit adalah rasa sakit, istri butuh dukungan dari orang yang paling dicintainya. Walau cuma seulas senyum, genggaman tangan peneguh iman, doa tulus atau ucapan penenang hati, itu sudah lebih dari cukup.

Waktu menunjukkan pukul 18.00. Pengaruh cairan itu semakin terasa. Kontraksi semakin sering terjadi. Dalam lelahnya istriku berkata, “bi..teleponin mamah. minta datang ke sini ya bi…”. Ku angkat hape kecilku, kutekan nomor itu. Sesaat kemudian orang rumah mengangkat. Kukatakan maksudku. Kutekan lagi nomor rumahku. Kukatakan keadaan di sini. Satu jam kemudian, keluarga istriku datang. Kehadiran ibu mertuaku, menjadi penyejuk baru. Dan ketika kedua tangan mereka bertemu, tangis istriku pun pecah. Itulah saat di mana seorang anak akhirnya merasakan; betapa sakit penderitaan seorang ibu yang akan melahirkan..
____________________
parentingislami

Penyebab Anak Terus Menerus Sakit Panas, Batuk dan Pilek

penyebab anak terus menerus sakit Bayi atau anak sampai usia dua tahun mestinya jarang sakit karena masih disokong oleh imunitas yang tinggi semasa dikandung atau menyusu dari ibunya. Sehingga Penyakit umum seperti flu (yang biasa ditandai panas, batuk, pilek), penyakit akibat virus lain, sampai infeksi kuman bisa ditolaknya. Semenjak dari sebenarnya fakta ini telah disadari.Jika bayi Anda tinggal satu rumah dengan orang yang menderita campak, biasanya ia tidak akan gampang tertular.

Anak terus menerus panas, batuk dan pilek

Namun pada kenyataanya, banyak anak dan bayi menjadi rutin mengunjungi dokter setiap 2 - 3 minggu , selalu karena gejala penyakit yang sama yaitu demam, batuk, dan pilek. Hingga sang orang tua tidak tahu harus berbuat apalagi.

Pencetus penyakit pada anak sulit ditentukan karena memang bisa bermacam-macam, misalnya lingkungan kurang sehat, polusi tinggi. Penggunaan penyejuk udara (AC) di malam hari bisa menimbulkan alergi suhu dingin, membuat hidung anak mampet sehingga ia harus bernapas lewat mulut. Kipas angin dipasang di kamar tidur yang lalu meniup debu ke segala penjuru kamar. Belum lagi penularan virus di sekolah dan tempat-tempat ramai seperti mal. Juga perawat yang sedang batuk dan pilek. Tak jarang pula sakit gara-gara mengonsumsi makanan ringan yang tidak sehat sehingga membuat tenggorokan tergelitik.

Batuk dan pilek yang disertai demam sebenarnya wajar jika terjadi sekali-kali dalam 6 - 12 bulan. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa kunjungan anak ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu ,dan itu selama bertahun-tahun. Bila hal ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya.

Salah kaprah Pertama

Pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik,padahal 95% serangan batuk dan pilek yang disertai demam atau tidak itu disebabkan oleh virus, dan faktanya antibiotik tidak dapat membunuh virus. Hal ini selain mubazir, pemberian antibiotik kadang-kadang justru bisa menimbulkan efek samping  berbahaya.

Kalau dibilang akan mempercepat penyembuhan pun tidak, karena penyakit virus memang umumnya akan sembuh dalam beberapa hari, baik dengan antibiotik atau tidak. Hal ini sudah dibuktikan oleh studi terkontrol yang sudah berulang kali sejak ditemukannya antibiotik di tahun 1950 - 1960-an. Hasilnya selalu sama sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

Di sisi lain, antibiotik justru  membunuh kuman baik dalam tubuh yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ini akan mengurangi imunitas si anak sehingga daya tahannya akan menurun. Akibatnya bisa ditebak, anak selalu  jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan harus berobat lagi. Orang tuanya pun langsung membeli antibiotik yang dibeli langsung dari apotek atau toko hanya karena setiap kali ke dokter mereka diberi obat tersebut.

Lingkaran setan: sakit - antibiotik - imunitas menurun - sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas, batuk, dan pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun. Komplikasi juga sering akan terjadi yang akhirnya membawa anak itu ke kamar perawatan di rumah sakit.

Pengalaman menunjukkan, bila antibiotik dicoret dari resep (sementara obat batuk dan pilek yang diberikan), setelah 1 - 3 bulan, si anak tidak akan gampang terserang penyakit flu lagi. Pertumbuhan badannya pun menjadi lebih baik.

Salah Kaprah Kedua

Gejala batuk dan pilek yang tidak diobati dengan cara yang benar, artinya siasat pengobatan perlu untuk dirubah. Hal ini lantaran obat jadi yang dijual di apotek tidak selalu dapat mengatasi masalah setiap penderita. Bahkan, sering terjadi batuk dan pilek malah menjadi lebih parah dan berkepanjangan.

Suatu perubahan yang mendasar dan individual dalam resep, perlu dilakukan untuk memutus lingkaran setan mengenai panas, batuk, dan pilek ini. Yang paling utama adalah menghentikan antibiotik, tidak memberikan kortikosteroid secara terus-menerus, menghentikan pemberian obat penekan batuk dan menggantinya dengan bronkodilator, serta memberikan campuran obat pilek yang terbaru.

Efedrin dosis kecil - dan dicampur dengan antihistamin yang efektif , merupakan obat pilek yang terbaik. Sementara, semua obat yang ternyata tidak terbukti efektif perlu dihentikan.

Selain masalah panas, batuk dan pilek ada beberapa hal penting menyangkut kesehatan anak, seperti diuraikan berikut ini :

Pertama, Apakah dianggap wajar bila anak sering sakit?

Seorang anak dapat dikategorikan sakit yang dianggap wajar apabila sakit minimal 4-8 kali dalam setahun. Sakit pada anak dinilai wajar dikarenakan sistem imun yang berkembang sempurna sehingga rentan terkena virus dan bakteri. Apabila dalam satu tahun anak anda maksimal mengalami 8 kali sakit masih dalam kondisi normal asalkan dalam kategori sakit ringan.

Sakit ringan pada anak yaitu ketika jarak waktu anak sakit tidak terlalu dekat, misalnya sekitar 2 bulan. Kemudian ketika anak sakit tidak mengalami durasi yang panjang, misalnya hari terjadi 3-7 hari. Begitu pula dengan jenis penyakit yang diderita masih tergolong ringan dan mudah diatasi dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

Kondisi anak yang harus dikhawatirkan adalah ketika anak bolak balik sakit bahkan dalam satu bulan dapat mengalami 2-3 kali sakit. Sakit yang dialami anak dapat terjadi karena flu, diare ataupun batuk meskipun penyakit yang umum dialami oleh anak-anak akan tetapi apabila sering terjadi harus dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi anak.

Kedua, Penyebab anak seringkali sakit

Penyebab anak sering sakit dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah :

1. Gangguan Imunologis

Meskipun kategori sakit ringan akan tetapi apabila rentan waktu sering sakit pada anak dapat membuat orang tua cemas dan khawatir. Penyebab anak seringkali sakit diantaranya adalah gangguan imunologis ketika lahir. Anak yang mengalami daya tahan tubuh yang rendah sehingga sering mengalami infeksi.

2. Infeksi kronis

Sedangkan pada anak yang lahir normal tanpa adanya faktor bawaan sering sakit dapat terjadi dikarenakan infeksi kronis. Salah satunya dapat disebabkan karena melakukan kontak dengan penderita TBC sehingga anak tertular.

3. Faktor Cuaca

Selanjutnya dapat pula disebabkan karena faktor cuaca. Pergantian cuaca dapat menyebabkan anak dengan riwayat keluarga dengan alergi sering mengalami pilek dan mengalami infeksi.

4. Gangguan gizi

Penyebab anak sering sakit dapat pula disebabkan karena gangguan gizi yang mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi terganggu. Pemenuhan makanan yang tidak tepat pada anak merupakan salah satu penyebab gangguan gizi. Bahkan anak yang sedang sakit seringkali nafsu makan menurun sehingga menjadi susah makan sedangkan makanan adalah sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak.

5. Riwayat Penyakit tertentu

Anak yang sering sakit dapat pula dihubungkan dengan riwayat penyakit misalnya anak pernah mengalami penyakit tipus yang harus diberikan perhatian berlebih agar tidak mengalami kondisi yang serupa dalam rentan waktu yang singkat.
Bahayakah anak sering sakit?

Kondisi anak sering sakit akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah grafik berat badan anak anda akan menurun. Berat badan dijadikan indikator pertumbuhan apabila dibawah garis normal berat badan maka dikhawatirkan mengidap gangguan kesehatan anak yang serius.

Kondisi anak sering sakit harus dilakukan pemeriksaan berlanjut untuk mengetahui penyebab utama. Apabila ditemukan gejala yang berhubungan dengan gangguan kesehatan yang kronis maka dapat dilakukan identifikasi dini untuk mencegah dan mengurangi pengembangan dari penyakit tersebut.

Sehingga tidak dapat disimpulkan kondisi anak sering sakit membahayakan atau tidak membahayakan karena belum ditemui penyebab utama anak sering sakit. Kondisi dan imunitas anak berbeda beda, lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan resep dokter.

Tips Agar Anak tidak sering sakit

Meskipun sakit yang dialami oleh anak ringan apabila terjadi pada rentan waktu yang sering. Anda perlu waspada terlebih pada usia anak 0-5 tahun merupakan masa emas anak. Kondisi tubuh yang tidak sehat akan menganggu perkembangan anak anda, salah satunya waktu anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebaya. Anak dibawah usia 5 tahun masih dianggap wajar apabila sering sakit dalam rentan waktu 4-8 kali dalam setahun akan tetapi tidak ada salahnya apabila anda melakukan pencegahan.

Berikut ini adalah tips untuk menjaga daya tahan tubuh anak agar tidak sakit :

1. Menjaga pencernaan

Pencernaan sehat adalah awal tubuh yang kuat dikarenakan 80% yang memproduksi antibodi berada di saluran pencernaan. Seperti diketahui bahwa antibodi akan berfungsi dalam melawan kuman di dalam tubuh. Dalam mempersiapkan saluran pencernaan yang sehat maka diawali dengan pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan pertama hingga usia anak 2 tahun.

2. Memberikan Imunisasi

Berikan imunisasi wajib untuk anak anda sehingga terhindar dari infeksi virus dan bakteri. Masalah yang sering dihadapi adalah daya tahan tubuh anak yang berkurang. Dengan memberikan vaksinasi tertentu maka dapat membantu mengurangi gangguan kesehatan yang umum menyerang anak-anak.

3. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pastikan anak anda melakukan aktivitas seperti berolahraga. Olahraga yang dilakukan seperti bersepeda sore, aktivitas fisik bersosialisasi dengan teman sebayanya atau melakukan permainan tradisional di halaman rumah. Selain itu waktu istirahat yang cukup dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

4. Mengkonsumsi Makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Beberapa makanan memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak diantaranya adalah makanan makanan berikut ini :
  • Strawberry adalah buah dengan kandungan vitamin C yang baik untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi. Di dalam buah strawberry terdapat bioflavonoids yang dapat mengatur pertumbuhan dan kematian sel di dalam tubuh.
  • Kiwi adalah buah yang mengandung vitamin C dan vitamin E yang dapat menjadi antioksidan dan memberikan perlindungan dari kerusakan radikal bebas. Ikan tuna merupakan sumber vitamin E yang baik untuk meningkatkan kualitas dalam melawan sel yang bermutasi. Di dalam ikan tuna terdapat fungsi omega 3 dalam menjaga kesehatan jantung. Telur kandungan di dalamnya mengandung iodine yang dapat menstimulasi sel Nk. Sehingga dapat berfungsi melawan sel jahat dan memperbaiki sel dan jaringan di dalam tubuh.
Dengan demikian bagi anak yang sering sakit yaitu melebihi 8 kali dalam setahun atau mengalami kondisi sakit satu bulan lebih dari 3 kali maka segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab utamanya. Sedangkan untuk pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan hidup sehat, pola tidur teratur dan makanan yang bergizi.
_______________________________________

(Sumber: Intisari - bidanku.com)

Saturday, 13 February 2016

10 Renungan Bagi Yang Ditimpa Ujian atau Musibah

Ujian menyerang siapa saja tidak pandang bulu. Sebagaimana orang miskin diuji, orang kayapun demikian. Sebagaimana rakyat jelata hidup di atas ujian, para penguasa juga diuji. Bahkan bisa jadi ujian yang dirasakan oleh para penguasa dan orang-orang kaya lebih berat daripada ujian yang dirasakan oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata.


Jangan disangka hanya si miskin yang menangis akibat ujian yang ia hadapi, atau hanya si miskin yang merasakan ketakutan bahkan seorang penguasa bisa jadi lebih banyak tangisannya dan lebih parah ketakutan yang menghantuinya daripada si miskin. Intinya setiap yang bernyawa pasti diuji sebelum maut menjemputnya, siapapun juga orangnya. Entah diuji dengan kesulitan atau diuji dengan kelapangan, kemudian ia akan dikembalikan kepada Allah untuk dimintai pertanggung jawaban bagaimana sikap dia dalam menghadapi ujian tersebut. Allah berfirman :


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS Al-Anbiyaa' : 35)

Memang dunia ini adalah medan ujian, kehidupan ini adalah medan perjuangan, Allah berfirman ;


تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

"Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" (QS Al-Mulk : 1-2)


وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya" (QS Huud : 7)

Jikalau orang kafir juga tidak selamat dari ujian kehidupan, maka apalagi seorang yang beriman kepada Allah?, pasti akan menghadapi ujian. Allah berfirman :


أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al-'Ankabuut : 2)


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (QS Al-Baqoroh : 155)


أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat" (QS Al-Baqoroh : 214)

Bahkan semakin tinggi iman seseorang maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِيْ دِيْنِهِ رِقَّةٌ اُبْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

"Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling sholeh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka semakin keras ujiannya, dan jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun" (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 143)

Jika anda terkadang merasakan ujian yang terus menimpa anda maka itulah yang pernah dirasakan oleh seorang Imam besar sekelas Imam Syafii. Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata :


مِحَنُ الزَّمَانِ كَثِيْرةٌ لاَ تَنْقَضِي ... وَسُرُوْرُهَا يَأْتِيْكَ كَالْأَعْيَادِ

Cobaan zaman banyak, tidak ada habis-habisnya.. Dan kegembiraan zaman mendatangimu (sesekali) seperti sesekalinya hari raya

Bahkan terkadang ujian datang bertubi-tubi dan bertumpuk-tumpuk. Imam Syafi'i rahimahullah juga berkata :


تَأْتِي الْمَكَارِهُ حِيْنَ تَأْتِي جُمْلَةً ... وَأَرَى السُّرُوْرَ يَجِيْءُ فِي الْفَلَتَاتِ

"Hal-hal yang dibenci tatkala datang bertumpuk-tumpuk.. Dan aku melihat kegembiraan datang sesekali"


Berikut ini 10 perkara yang hendaknya direnungkan oleh anda jika anda ditimpa musibah atau ujian :

Pertama : Yakinlah bahwa selain andapun juga diuji. Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji dengan harta, jabatan, dan kekuasaan. Ada yang diuji dengan istri yang berakhlak buruk, ada wanita yang diuji dengan suami bejat, ada wanita yang diuji dengan mertua jahat, ada yang diuji dengan ibunya, dan terlalu banyak model ujian yang menimpa manusia. Maka anda sebagaimana manusia-manusia yang lain yang juga ditimpa musibah/ujian yang beraneka ragam

Kedua : Sabarlah dengan ujian yang sedang anda hadapi, Alhamdulillah anda masih bisa memikulnya. Bisa jadi jika anda diuji dengan ujian yang lain maka anda tidak akan mampu menghadapinya. Yakinlah bahwa tidaklah Allah menguji kecuali dengan ujian yang mampu dihadapi oleh seorang hamba

Ketiga : Terkadang syaitan membisikkan kepada anda bahwa ujian yang anda hadapi sangatlah berat dan tidak mungkin untuk anda pikul, maka ingatlah bahwa saat ini masih terlalu banyak orang yang diuji dengan ujian yang jauh lebih berat dengan ujian yang sedang anda hadapi

Keempat : Bukankah ujian jika dihadapi dengan kesabaran maka akan menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat??

Kelima : Bahkan bisa jadi Allah menghendaki anda untuk meraih sebuah tempat yang tinggi di surga yang tidak mungkin anda peroleh dengan hanya sekedar amalan-amalan sholeh anda. Amalan sholeh anda tidak cukup untuk menaikan anda ke tempat tinggi tersebut. Anda tidak akan mampu untuk sampai ke tempat tinggi tersebut kecuali dengan menjalani ujian-ujian yang tidak henti-hentinya untuk mengangkat derajat anda

Keenam : Ingatlah… dengan ujian terkadang kita baru sadar bahwasanya kita ini sangatlah lemah dan selalu butuh kepada Allah Yang Maha Kuasa. Terkadang kita baru mengenal yang namanya khusyu' dalam sholat…kita baru bisa merasakan kerendahan yang disertai deraian air mata,  kita baru bisa merasakan nikmatnya ibadah tatkala ujian datang, tatkala musibah menerpa.

Ketujuh : Ingatlah, dengan ujian atau musibah yang menimpa kita, terkadang menghilangkan sifat ujub pada diri kita. Karena tatkala kita rajin beribadah dan selalu mendapatkan kenikmatan terkadang timbul ujub dalam diri kita dengan merasa bahwa diri kita hebat selalu beruntung. Jangan sampai kita salah persepsi dengan menganggap tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah tidak ditimpanya sang hamba dengan musibah. Bahkan perkaranya justru sebaliknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ

“Jika Allah mencintai sebuah kaum maka Allah akan menguji mereka” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 146)

Kedelapan : Berhusnudzonlah kepada Allah, yakinlah bahwa dibalik ujian dan musibah yang menimpamu ada kebaikan dan hikmah. Justru jika ujian tersebut tidak datang dan jika musibah tersebut tidak menimpamu maka akan lebih buruk kondisimu. Allah berfirman :


وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

“Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian” (QS Al-Baqoroh : 216)

Kesembilan : Bahkan bisa jadi musibah atau ujian yang kita benci tersebut bahkan mendatangkan banyak kebaikan. Allah berfirman:


فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلُ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

“Maka mungkin kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An-Nisaa : 19)

Kesepuluh : Ingatlah bahwasanya tidak ada istrirahat total, kegembiraaan total kecuali di akhirat kelak. Selama anda masih hidup di dunia maka siap-siaplah dengan ujian yang menghadang. Bersabarlah…tegarlah…demi meraih ketentaraman dan kebahagiaan abadi kelak di surga. 

Ada orang awam yang berkata, “Kalau mau hidup di dunia harus siap diuji, kalau tidak mau diuji ya jangan hidup di dunia !”_____________________________________________


Ustad Firanda Andirja

Friday, 12 February 2016

Apakah Benar Memuliakan Al-Qur`an Dengan Cara Menciumnya?


 

Kebanyakan orang memiliki anggapan khusus atas perbuatan mengecup mushaf. Mereka mengatakan bahwa perbuatan mengecup mushaf tersebut tidak lain kecuali untuk menampakkan pemuliaan dan pengagungan kepada Al-Qur`anul Karim.

Berikut ini adalah petikan Nasihat dari Al-‘Allamah Al-Muhaddits Al-Imam Al-Albani rahimahullahu :

Al-Qur`an yang diturunkan oleh Rabbul ‘Alamin dari atas langit yang ketujuh adalah sebuah kitab yang diagungkan keberadaannya oleh kaum muslimin. Mereka menghormatinya, memuliakan, dan menyucikannya. Namun terkadang pengagungan dan penghormatan tersebut tidaklah sesuai dengan yang semestinya. Artinya, mereka menganggap perbuatan yang mereka lakukan merupakan bentuk pengagungan dan penghormatan terhadap Kalamullah, padahal syariat tidak menyepakatinya.

Satu kebiasaan yang lazim kita lihat di kalangan kaum muslimin adalah mencium/mengecup mushaf Al-Qur`an. Dengan berbuat seperti itu mereka merasa telah memuliakan Al-Qur`an. Lalu apa penjelasan syariat tentang hal ini? Kita baca keterangan Al-’Allamah Al-Muhaddits Al-Imam Al-Albani t berikut ini.

Dalam keyakinan kami, perbuatan mengecup mushaf tersebut hukumnya masuk dalam keumuman hadits:

 
إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثاَتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Hati-hati kalian dari perkara-perkara yang diada-adakan, karena setiap yang diada-adakan merupakan bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.” [1]

Dalam hadits yang lain disebutkan dengan lafadz:

وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
“Dan setiap kesesatan itu di dalam neraka.” [2]
 

 Kebanyakan orang memiliki anggapan khusus atas perbuatan semisal ini. Mereka mengatakan bahwa perbuatan mengecup mushaf tersebut tidak lain kecuali untuk menampakkan pemuliaan dan pengagungan kepada Al-Qur`anul Karim. Bila demikian, kita katakan kepada mereka, “Kalian benar. Perbuatan itu tujuannya tidak lain kecuali untuk memuliakan dan mengagungkan Al-Qur`anul Karim! Namun apakah bentuk pemuliaan dan pengagungan seperti itu dilakukan oleh generasi yang awal dari umat ini, yaitu para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, demikian pula para tabi’in dan atba’ut tabi’in?” Tanpa ragu jawabannya adalah sebagaimana kata ulama salaf, “Seandainya itu adalah kebaikan, niscaya kami lebih dahulu mengerjakannya.”

Di sisi lain, kita tanyakan, “Apakah hukum asal mengecup sesuatu dalam rangka taqarrub kepada Allah k itu dibolehkan atau dilarang?”

Berkaitan dengan masalah ini, kita bawakan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya, agar menjadi peringatan bagi orang yang mau ingat dan agar diketahui jauhnya kaum muslimin pada hari ini dari pendahulu mereka yang shalih.

Hadits yang dimaksud adalah dari ’Abis bin Rabi’ah, ia berkata, “Aku melihat Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengecup Hajar Aswad dan berkata:


إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ، فَلَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ


"Sungguh aku tahu engkau adalah sebuah batu, tidak dapat memberikan mudarat dan tidak dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium/mengecupmu niscaya aku tidak akan menciummu.” [3]

Apa makna ucapan ‘Umar Al-Faruq radhiyallahu ‘anhu, “Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium/mengecupmu niscaya aku tidak akan menciummu.”

Dan kenapa ‘Umar mencium/mengecup Hajar Aswad yang dikatakan dalam hadits yang shahih:

الْحَجَرُ اْلأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ

“Hajar Aswad (batu) dari surga.” [4]

Apakah ‘Umar menciumnya dengan falsafah yang muncul darinya sebagaimana ucapan orang yang berkata, “Ini adalah Kalamullah maka kami menciumnya”? Apakah ‘Umar mengatakan, “Ini adalah batu yang berasal dari surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa maka aku menciumnya. Aku tidak butuh dalil dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menerangkan pensyariatan menciumnya!”

Ataukah jawabannya karena memurnikan ittiba’ (pengikutan) terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang yang menjalankan Sunnah beliau sampai hari kiamat? Inilah yang menjadi sikap ‘Umar hingga ia berkata, “Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium/mengecupmu niscaya aku tidak akan menciummu.”

Dengan demikian, hukum asal mencium seperti ini adalah kita menjalankannya di atas sunnah yang telah berlangsung, bukannya kita menghukumi dengan perasaan kita, “Ini baik dan ini bagus.”

Ingat pula sikap Zaid bin Tsabit, bagaimana ia memperhadapkan tawaran Abu Bakar dan ‘Umar radhiyallahu ‘anhum kepadanya untuk mengumpulkan Al-Qur`an guna menjaga Al-Qur`an jangan sampai hilang. Zaid berkata, “Bagaimana kalian melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

Sementara kaum muslimin pada hari ini, tidak ada pada mereka pemahaman agama yang benar. Bila dihadapkan pertanyaan kepada orang yang mencium mushaf tersebut, "Bagaimana engkau melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?”, niscaya ia akan memberikan jawaban yang aneh sekali. Di antaranya, “Wahai saudaraku, ada apa memangnya dengan perbuatan ini, toh ini dalam rangka mengagungkan Al-Qur`an” Maka katakanlah kepadanya, “Wahai saudaraku, apakah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengagungkan Al-Qur`an? Tentunya tidak diragukan bahwa beliau sangat mengagungkan Al-Qur`an namun beliau tidak pernah mencium Al-Qur`an.”

Atau mereka akan menanggapi dengan pernyataan, "Apakah engkau mengingkari perbuatan kami mencium Al-Qur`an? Sementara engkau mengendarai mobil, bepergian dengan pesawat terbang, semua itu perkara bid’ah (maksudnya kalau mencium Al-Qur`an dianggap bid’ah maka naik mobil atau pesawat juga bid’ah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah naik mobil dan pesawat, –pent.).”

Ucapan ini jelas salahnya karena bid’ah yang dihukumi sesat secara mutlak hanyalah bid’ah yang diada-adakan dalam perkara agama. Adapun bid’ah (mengada-adakan sesuatu yang baru yang belum pernah ada di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam -pent.) dalam perkara dunia, bisa jadi perkaranya dibolehkan, namun terkadang pula diharamkan dan seterusnya. Seseorang yang naik pesawat untuk bepergian ke Baitullah guna menunaikan ibadah haji misalnya, tidak diragukan kebolehannya. Sedangkan orang yang naik pesawat untuk safar ke negeri Barat dan berhaji ke barat, tidak diragukan sebagai perbuatan maksiat. Demikianlah.

Adapun perkara-perkara ta’abbudiyyah (peribadatan) jika ditanyakan, “Kenapa engkau melakukannya?” Lalu yang ditanya menjawab, "Untuk taqarrub kepada Allah!” Maka aku katakan, "Tidak ada jalan untuk taqarrub kepada Allah kecuali dengan perkara yang disyariatkan-Nya."

Engkau lihat bila salah seorang dari ahlul ilmi mengambil mushaf untuk dibaca, tak ada di antara mereka yang menciumnya. Mereka hanyalah mengamalkan apa yang ada di dalam mushaf Al-Qur`an. Sementara kebanyakan manusia yang perasaan mereka tidak memiliki kaidah, menyatakan perbuatan itu sebagai pengagungan terhadap Kalamullah namun mereka tidak mengamalkan kandungan Al-Qur`an.

Sebagian salaf berkata, "Tidaklah diadakan suatu bid’ah melainkan akan mati sebuah sunnah"

Adakah bid’ah lain yang semisal bid’ah ini. Engkau lihat manusia, sampai pun orang-orang fasik di kalangan mereka namun di hati-hati mereka masih ada sisa-sisa iman, bila mereka mendengar muadzin mengumandangkan adzan, mereka bangkit berdiri. Jika engkau tanyakan kepada mereka, “Apa maksud kalian berdiri seperti ini?” Mereka akan menjawab, “Dalam rangka mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala!” Sementara mereka tidak pergi ke masjid. Mereka terus asyik bermain dadu, catur, dan semisalnya. Tapi mereka meyakini bahwa mereka mengagungkan Rabb mereka dengan cara berdiri seperti itu. Dari mana mereka dapatkan kebiasaan berdiri saat adzan tersebut?! Tentu saja mereka dapatkan dari hadits palsu :

إِذَا سَمِعْتُمُ اْلأَذَانَ فَقُوْمُوْا

“Apabila kalian mendengar adzan maka berdirilah.”[5]

Hadits ini sebenarnya ada asalnya, akan tetapi ditahrif oleh sebagian perawi yang dhaif/lemah atau para pendusta. Semestinya lafadznya: قُوْلُوا (…ucapkanlah), mereka ganti dengan: قُوْمُوْا (…berdirilah), meringkas dari hadits yang shahih:


إِذَا سَمِعْتُمُ اْلأَذَانَ، فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ

 "Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah semisal yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah untukku….”[6]
Lihatlah bagaimana setan menghias-hiasi bid’ah kepada manusia dan meyakinkannya bahwa ia seorang mukmin yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah Subhanahu wa Ta’ala. Buktinya bila mengambil Al-Qur`an, ia menciumnya dan bila mendengar adzan ia berdiri karenanya.

Akan tetapi apakah ia mengamalkan Al-Qur`an? Tidak! Misalnya pun ia telah mengerjakan shalat, tapi apakah ia tidak memakan makanan yang diharamkan? Apakah ia tidak makan riba? Apakah ia tidak menyebarkan di kalangan manusia sarana-sarana yang menambah kemaksiatan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala? Apakah dan apakah…? Pertanyaan yang tidak ada akhirnya. Karena itulah, kita berhenti dalam apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan kepada kita berupa amalan ketaatan dan peribadatan. Tidak kita tambahkan walau satu huruf, karena perkaranya sebagaimana disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا تَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا أَمَرَكُمُ اللهُ بِهِ إِلاَّ وَقَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ

“Tidaklah aku meninggalkan sesuatu dari apa yang Allah perintahkan kepada kalian kecuali pasti telah aku perintahkan kepada kalian.”[7]

Maka apakah amalan yang engkau lakukan itu dapat mendekatkanmu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Bila jawabannya, “Iya.” Maka datangkanlah nash dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membenarkan perbuatan tersebut.

Bila dijawab, “Tidak ada nashnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Berarti perbuatan itu bid’ah, seluruh bid’ah itu sesat dan seluruh kesesatan itu dalam neraka.

Mungkin ada yang merasa heran, kenapa masalah yang kecil seperti ini dianggap sesat dan pelakunya kelak berada di dalam neraka? Al-Imam Asy-Syathibi rahimahullahu memberikan jawabannya dengan pernyataan beliau, “Setiap bid’ah bagaimana pun kecilnya adalah sesat.”

Maka jangan melihat kepada kecilnya bid’ah, tapi lihatlah di tempat mana bid’ah itu dilakukan. Bid’ah dilakukan di tempat syariat Islam yang telah sempurna, sehingga tidak ada celah bagi seorang pun untuk menyisipkan ke dalamnya satu bid’ah pun, kecil ataupun besar. Dari sini tampak jelas sisi kesesatan bid’ah di mana perbuatan ini maknanya memberikan ralat, koreksi, dan susulan (dari apa yang luput/tidak disertakan) kepada Rabb kita Subhanahu wa Ta’ala dan juga kepada Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seolah yang membuat dan melakukan bid’ah merasa lebih pintar daripada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Na’udzu billah min dzalik. Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

(Dinukil dan disarikan oleh Ummu Ishaq Al-Atsariyyah dari kitab Kaifa Yajibu ‘Alaina an Nufassir Al-Qur`an Al-Karim, hal. 28-34)
___________________________________________
  1. Shahih At-Targhib wat Tarhib, 1/92/34
  2. Shalatut Tarawih, hal. 75
  3. Shahih At-Targhib wat Tarhib, 1/94/41
  4. Shahihul Jami’, no. 2174
  5. Adh-Dha’ifah, no. 711
  6. Hadits riwayat Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya no. 384
  7. Ash Shahihah, no. 1803

Sunday, 7 February 2016

Kehati-hatian dengan Riya terselubung

kehati-hatian dengan riya terselubung

Syaitan tidak berhenti berusaha menjadikan amalan anak Adam tidak bernilai di sisi Allah. Diantara cara jitu syaitan adalah menjerumuskan anak Adam dalam berbagai model riyaa'. 

Sehingga sebagian orang "KREATIF" dalam melakukan riyaa', yaitu riyaa' yang sangat halus dan terselubung. Diantara contoh kreatif riyaa' tersebut adalah :

Pertama : Seseorang menceritakan keburukan orang lain, seperti pelitnya orang lain, atau malas sholat malamnya, tidak rajin menuntut ilmu, dengan maksud agar para pendengar paham bahwasanya ia tidaklah demikian. Ia adalah seorang yang dermawan, rajin sholat malam, dan rajin menuntut ilmu. Secara tersirat ia ingin para pendengar mengetahui akan amal ibadahnya.

Model yang pertama ini adalah model riya' terselubung yang terburuk, dimana ia telah terjerumus dalam dua dosa, yaitu mengghibahi saudaranya dan riyaa', dan keduanya merupakan dosa besar. Selain itu ia telah menjadikan saudaranya yang ia ghibahi menjadi korban demi memamerkan amalan sholehnya
Kedua : Seseorang menceritakan nikmat dan karunia yang banyak yang telah Allah berikan kepadanya, akan tetapi dengan maksud agar para pendengar paham bahwa ia adalah seorang yang sholeh, karenanya ia berhak untuk dimuliakan oleh Allah dengan memberikan banyak karunia kepadanya.

Ketiga : Memuji gurunya dengan pujian setinggi langit agar ia juga terkena imbas pujian tersebut, karena ia adalah murid sang guru yang ia puji setinggi langit tersebut. Pada hakikatnya ia sedang berusaha untuk memuji dirinya sendiri, bahkan terkadang ia memuji secara langsung tanpa ia sadari. Seperti ia mengatakan, "Syaikh Fulan / Ustadz Fulan…luar biasa ilmunya…, sangat tinggi ilmunya mengalahkan syaikh-syaikh/ustadz-ustadz yang lain. Alhamdulillah saya telah menimba ilmunya tersebut selama sekian tahun…"

Keempat : Merendahkan diri tapi dalam rangka untuk riyaa', agar dipuji bahwasanya ia adalah seorang yang low profile. Inilah yang disebut dengan "Merendahkan diri demi meninggikan mutu"

Kelima : Menyatakan kegembiraan akan keberhasilan dakwah, seperti banyaknya orang yang menghadiri pengajian, atau banyaknya orang yang mendapatkan hidayah dan sadar, akan tetapi dengan niat untuk menunjukkan bahwasanya keberhasilan tersebut karena kepintaran dia dalam berdakwah

Keenam : Ia menyebutkan bahwasanya orang-orang yang menyelisihinya mendapatkan musibah. Ia ingin menjelaskan bahwasanya ia adalah seorang wali Allah yang barang siapa yang mengganggunya akan disiksa atau diadzab oleh Allah.

Ini adalah bentuk tazkiyah (merekomendasi) diri sendiri yang terselubung.

Ketujuh : Ia menunjukkan dan memamerkan kedekatannya terhadap para dai/ustadz, seakan-akan bahwa dengan dekatnya dia dengan para ustadz menunjukkan ia adalah orang yang sholeh dan disenangi para ustadz. Padahal kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari dekatnya seseorang terhadap ustadz atau syaikh, akan tetapi dari ketakwaan. Ternyata kedekatan terhadap ustadz juga bisa menjadi ajang pamer dan persaingan.

Kedelapan : Seseorang yang berpoligami lalu ia memamerkan poligaminya tersebut. Jika ia berkenalan dengan orang lain, serta merta ia sebutkan bahwasanya istrinya ada 2 atau 3 atau 4. Ia berdalih ingin menyiarkan sunnah, akan tetapi ternyata dalam hatinya ingin pamer. Poligami merupakan ibadah, maka memamerkan ibadah juga termasuk dalam riyaa'.

Para pembaca yang budiman, ini sebagian bentuk riyaa' terselubung, semoga Allah melindungi kita dari terjerumus dalam bentuk-bentuk riyaa’ terselubung tersebut. Tidak perlu kita menuduh orang terjerumus dalam riyaa' akan tetapi tujuan kita adalah untuk mengoreksi diri sendiri.

Hanya kepada Allahlah tempat meminta hidayah dan taufiiq.
__________________
Ustad Firanda Andirja

Friday, 5 February 2016

Tips Liburan Aman dan Menyenangkan

Masa masa liburan, adalah masa yang menyenangkan. Selain untuk menyegarkan kembali kondisi hati dan pikiran kita, juga saatnya bagi Anda untuk mendekatkan kembali hubungan dengan keluarga atau sahabat terbaik Anda.

Liburan yang terbaik adalah saat masa liburan akhir tahun atau saat liburan sekolah. Terkadang acara liburan biasanya  diisi untuk bertemu keluarga jauh atau dapat juga Anda rencanakan pergi menuju lokasi lokasi tamasya yang umum di kunjungi.
Namun, sebelum Anda melakukan acara liburan ini, ada baiknya Anda persiapkan beberapa hal berikut ini :

1. Memilih tujuan berlibur (persiapan jauh hari sebelumnya)

Anda tentunya telah memiliki skedul atas rencana Anda liburan bersama keluarga atau sahabat sahabat Anda. Bila Anda berencana berlibur ke tempat wisata, ada baiknya jauh sebelum acara liburan dilakukan dipersiapkan terlebih dahulu tujuan berlibur, Anda dapat berdiskusi dengan keluarga atau sahabat Anda. Tujuan liburan sesuaikan dengan kondisi dana yang ada nantinya. Perkirakan kondisi di tempat tujuan liburan bila tujuannya tempat yang baru dikunjungi, cari literaturnya dari berbagai sumber, misalnya dari internet.

2. Siapkan perbekalan (uang receh dan makanan)

Bila saatnya tiba, persiapkan beberapa perbekalan yang kira kira diperlukan saat di ditempat tujuan. Misalnya tas ransel, beberapa helai pakaian ganti. Uang tunai secukupnya terutama uang recehan yang sangat diperlukan. Anda harus pula mempersiapkan makanan dan minuman untuk selama perjalanan Anda ke tempat tujuan. Adapun di tempat tujuan, pastinya ada persiapan dana untuk itu  bila makan di rumah makan sekitar tempat liburan yang pada saat ini di tempat wisata biasanya telah banyak bertebaran.
 

Bila Anda memiliki rencana lain berliburan ke wisata alam, misalnya pegunungan, Anda harus mempersiapkan pula dana tambahan untuk mempersiapkan perbekalan dan peralatan yang diperlukan.

3. Pilih transportasi (umum atau pribadi)

Transportasi merupakan hal yang sangat penting, sesuaikan dengan tujuan Anda berlibur. Bila Anda bepergian menggunakan jasa maskapai penerbangan, maka Anda bisa memesan jauh jauh hari tiket penerbangannya agar lebih murah. Begitupun dengan tiket kereta api dsb. Bila tujuan bepergian dekat, Anda bisa menggunakan transportasi umum yang lebih murah atau menggunakan kendaraan pribadi Anda. Bila perlu anda untuk menyewa kendaraan, tentunya harus disesuaikan dengan dana yang ada dan juga efisiensi berdasarkan jumlah anggota keluarga atau sahabat yang ikut berlibur.

4. Peka terhadap keadaan cuaca

Hal yang perlu diwaspadai adalah keadaan cuaca di saat mana Anda akan berlibur. Bila tepat disaat musim penghujan, ada baiknya Anda mempertimbangkan tujuan liburan Anda, terutama ke tempat tempat wisata alam. Persiapkan peralatan yang sesuai dengan tempat liburan.

5. Persiapkan perlengkapan (tanda pengenal diri dan gadget)

Yang utama dalam bepergian adalah Anda harus mempersiapkan perlengkapan surat surat tanda pengenal diri Anda, seperti KTP atau paspor dan sebagainya. Perlengkapan tambahan lainnya adalah gadget untuk kemudahan Anda berkomunikasi dengan anggota keluarga yang ikut berlibur atau kemudahan komunikasi di saat keadaan darurat. Anda harus pula mencatat nomor nomor darurat yang dapat Anda hubungi seperti kepolisian atau rumah sakit untuk berjaga-jaga.

6. Persiapkan diri dan obat-obatan

Disaat anda berlibur tentunya, kondisi fisik Anda haruslah dalam keadaan baik. Bila Anda sedang sakit sebaiknya Anda tunda tujuan berlibur Anda, karena kondisi badan yang tidak sehat, malah akan bertambah parah bila Anda melakukan aktifitas yang berlebihan karena akan menyebabkan kelelahan fisik. Bukannya hal yang menyenangkan yang Anda peroleh malah sebaliknya. Bilamana Anda dalam kondisi prima, tetaplah Anda harus mempersiapkan obat-obatan ringan sebagai perbekalan, misalnya obat untuk mabuk perjalanan dan perlengkapan P3K.

7. Bila rombongan, maka tentukan tempat bertemu

Hal yang menyenangkan tentunya berlibur bersama dengan keluarga terdekat, lain halnya bila Anda ikut bertamasya bersama rombongan yang lebih dari sepuluh orang misalnya. Harus ada orang di tunjuk sebagai kepala rombongan yang dituakan atau dipatuhi, agar sama dalam persepsi dan arahan. Tentukan tempat titik pertemuan bilamana ada acara berpencarnya anggota tamasya di lokasi tujuan.

8. Sertakan pemandu wisata bila perlu

Bilamana Anda awam di tempat lokasi wisata yang Anda tuju, ada baiknya Anda membawa seorang pemandu wisata yang mengenal tempat lokasi wisata agar anda tidak tersesat di lokasi wisata yang Anda kunjungi. Atau Anda dapat eksplore sendiri sebagai tantangan, hanya saja Anda harus tetap waspada dan tidak usah malu untuk bertanya.

Sebagai tambahan, Anda harus mengkondisikan keadaan rumah tempat tinggal Anda bilamana Anda akan tinggalkan beberapa saat. Anda bisa informasikan kepada tetangga Anda yang terdekat atau Anda dapat informasikan kepada petugas keamanan setempat atau ketua RT Anda. Tentunya hal ini dilakukan demi kenyamanan Anda meninggalkan rumah saat Anda bepergian. Jangan lupa untuk mengunci rumah, menutup jendela dengan baik. Melepas hubungan tabung gas di rumah, mematikan meter air dsb.

Demikian tips tips berlibur yang aman dan nyaman bagi Anda. Semoga bermanfaat. Selamat berlibur.

______________________________
Rahmat Saleh


Wednesday, 3 February 2016

Cara mengatasi virus yang menyerang file dwg

Bagi Anda yang bergelut di bidang Desain baik Anda seorang pelajar atau mahasiswa atau Anda yang bekerja dibidang Konstruksi, Manufaktur dan sebagainya tentu Anda mengenal dengan program Autocad, sebuah program desain teknik yang memiliki kelebihan dalam hal presisi dan skala gambar.


Akan tetapi kali ini, saya tidak membahas mengenai program Autocad dengan segala kelebihan atau kekurangannya melainkan sedikit sharing pengalaman andaikata file autocad (ekstensi .dwg) Anda mengalami kesulitan loading saat dibuka. Jangan dulu melakukan upgrade atau install ulang (reinstall) program Autocad, sebelum Anda mencoba hal yang menjadi pengalaman saya bila Anda mengalami hal tersebut diatas.

Perkembangan virus (worm) komputer ternyata telah membabi buta merambah kesemua hal yang berkaitan dengan software. Bukan hanya sistem operasinya yang diserang, bahkan aplikasi perangkat lunak lainpun diserang pula. Banyak orang pintar untuk hal yang bermanfaat namun ada juga orang-orang pintar yang kerjaannya membuat resah seperti membuat virus atau worm, entah karena motivasi iseng, pamer, coba-coba, atau mungkin juga karena motivasi ekonomi dan persaingan. Wallahualam.

Awalnya saya mengalami kendala saat bekerja menggunakan perangkat lunak Autocad, karena saat membuka file mengalami lamanya perintah "loading", saat dipaksa tekan perintah escape (ESC) biasanya akan mem-bypass proses loading supaya cepat, nyatanya setelah menekan escape malah muncul error bahkan sampai "hang" komputernya. Walah.. walah.

Ternyata setelah diperiksa dengan melihat proses loadingnya, ada satu script perintah yang membuat lamanya loading saat membuka file. Apaan ini?. itu yang pertama terlintas dipikiran saya.

Ada satu script seperti worm (bolehlah disebut semacam virus) yang tereksekusi yang mungkin asalnya tertular dari tempat lain, bisa dari komputer lain atau bisa juga dari file yang terinfeksi lewat download di internet. Tapi ya sudahlah, jangan sampai menyerah sebelum berusaha mengatasinya.

Alhamdulilah, saya menemukan solusinya yaitu dengan cara "menanamkan" script penghilang perintah script yang jadi worm, layaknya seperti serum melawan virus, seru. Tapi manfaatnya program Autocad jadi lancar kembali, loading file kembali cepat.

Dan ini link serum anti virus nya :
  
https://drive.google.com/folderview?id=0B-mbjhefQlWSUVdfTDhhbDZ1UUE&usp=sharing

Caranya :
1. Anda download dulu kedua file tersebut ke dalam komputer Anda dan simpan baik-baik.
2. Buka program Autocad yang telah di install di komputer Anda, misalnya Autocad 2007 dan seterusnya.

3. Klik Tools pilih Load Application.
4. Cari File yang Anda download tadi yang bernama  "acaddocfix.lsp", kemudian klik Load.


5. Bila telah sukses biasanya ada keterangan atau pesan di command : "acaddocfix.lsp successfully loaded".
6. Klik Close untuk keluar. Anda telah berhasil menanamkan script serumnya.
7. Sekarang Anda coba untuk membuka salah satu file autocad Anda.
8. Bila file Anda terdeteksi telah terinfeksi  virus (worm) maka secara otomatis script serumnya bekerja untuk membersihkan virus. Biarkan saja prosesnya berlangsung tidak terlalu lama. Proses ini hanya berlangsung satu kali saja. Untuk selanjutnya bila file telah bersih maka akan terbuka secara nomal tanpa proses pembersihan lagi.
 9. Bila Anda ingin menyempurnakan hilangnya virus di register komputer Anda secara sempurna, bisa mengeksekusi file "del-acaddoc.bat". Caranya dengan mengklik dua kali (double click).


10. Selanjutnya klik Run.
11. Maka akan muncul pesan seperti dibawah ini:



12. Lalu ketik huruf "Y" dan Enter
13. Biarkan sejenak proses pembersihan file virus di semua drive komputer Anda berlangsung sampai muncul pesan sebagai berikut :


14. Klik Enter untuk keluar.
15. Maka Komputer Anda telah bersih dari virus yang menyerang file Autocad (dwg).

Semoga bermanfaat.
 ________________________________  
 Rahmat Saleh