iklan

Featured Post
Kisah Seorang Istri Sholehah dan putrinya

  Ini adalah sebuah kisah nyata tentang perjuangan seorang istri dan putrinya dalam menghadapi ujian dikala sang suami atau sebagai ay...

Saturday, 24 September 2016

Anto dan Alan

SUATU SIANG DI KOTA AMPERA YANG INDAH.


ANTO yang sedang sakit gigi tengah berbaring dikamarnya.


Tiba tiba terdengarlah suara pedagang pempek diluar rumah dengan suara lantang dan keras.

PEDAGANG : "KAPAL SELAAM.. KAPAL SELAAM.. RASA GURIH.. PEMPEK IKAAAN... PEMPEK IKAAAN..." (berkali kali)

Karena merasa terganggu dengan suara sang pedagang, berteriaklah ANTO dari dalam rumah.

ANTO : "HEY... BANG.. DA KATEK OTAK APA?.."
(da katek = ga ada).

PEDAGANG (dengan suara mantap) : "HABIS BANG OTAK OTAK NYA.." 

ANTO (kesal) : " ASEEEM......"

PEDAGANG (lugu) : " TIDAK BANG, CUKO SAYA PAS.. GAK ASEM.. " (Cuko =Cuka)

Karena tambah kesal, keluarlah ANTO dari rumah dan melihat si pedagang.

ANTO : "DASAR SIALAN KAU...."

PEDAGANG : "KOQ TAHU NAMA SAYA ALAN BANG???.."

ANTO : *#&###**$?? (pingsan)

Ending cerita ini akhirnya bang ANTO mengalah memborong mpek mpek Si Alan dan keduanya pun tersadar kesalahannya.

PEACE..!!!

Buatlah hati tersenyum, walaupun bibir tidak..

Saturday, 17 September 2016

Bapakku Hebat

Di suatu negeri di benua Afrika, ada satu komunitas yang memiliki kebanggaan terhadap sesuatu yang berwarna hitam, semakin gelap dianggap semakin hebat.  Ada tiga orang anak yang sedang membangga banggakan keadaan orang tuanya dengan bercerita.

Anak pertama : " Bapakku kalau habis mandi, air bekas mandinya akan berwarna hitam saking hebatnya bapakku.."

Anak kedua : " wah masih kalah dengan bapakku.. aku pernah lihat bapakku tangannya gak sengaja terluka, darahnya berwarna hitam yang keluar.. saking hebatnya bapakku "

Anak ketiga : " Bapak kalian belum seberapa dengan bapakku, tahu gak kalian?.. sewaktu bapakku habis buang angin, aku lihat dunia langsung GELAP, saking hebatnya kentut bapakku..


........
(No sara, Just kidding)

Sunday, 11 September 2016

Sepenggal Kisah Lagu Kala Tangan dan Kaki Berkata



Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Chrisye atau Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.


Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain,deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi : "A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. 

Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.
...
Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: 

"Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. istri saya, Yanti, sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada "take" ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhirat kelak.

Bila Anda penasaran dengan lagu ini silahkan lihat videonya di youtube.

Tuesday, 6 September 2016

Curhat Seorang Pramugari

Dipelataran sebuah taman, seorang pramugari sedang berbincang bincang dengan seorang temannya.


Pramugari :" Aku ga ngerti alasan atasanku memberi sanksi kepada ku selama 3 bulan cuma gara gara anak kecil..!"
Teman :" lho emangnya kamu punya salah apa?"
Pramugari : "masalah sepele..."
Teman : " apa tuh?.."
Pramugari : "ketika aku bertugas di perjalanan aku menegur anak anak kecil yang bermain-main...kubilang.. heh..heh..heh.. anak anak.. jangan lari larian disini.. MAIN DI LUAR SANA !"
Teman :"$#***#!!?? weew..
........


TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG

Monday, 5 September 2016

Tukang Ojek dan Tukang Bakso



Suatu saat seorang tukang ojek sedang membeli bakso.


Tukang Ojek : "Bang, bakso nya berapa se porsi?"
Tukang Bakso : "10.000 aja pa!."
Tukang Ojek : "5.000 aja ya.. itung itung sama teman sendiri.."

setelah berpikir sejenak. tukang bakso pun mengiyakannya.

Pada saat disajikan.

Tukang Ojek bertanya, " Koq ga pake mie dan sayuran bang??"
Tukang bakso : " khan cuma 5.000 pa!!"

Pada suatu pagi keesokan harinya, tukang bakso habis berbelanja dipasar, disaat mau pulang bertemulah dengan tukang ojek yang kemarin beli bakso.

Tukang Bakso : " Pa. ke jalan Kahuripan berapa ongkosnya?"
Tukang Ojek : "10.000 aja bang.."
Tukang Bakso : "5.000 ya..."

Setelah berpikir pikir. akhirnya tukang ojek menyanggupinya.

Singkat cerita. Ketika dalam perjalanan, saat melewati jalan menurun, motor tukang ojek menurun dengan kencangnya..
Dengan ketakutan Tukang Bakso berteriak : " pa..pa..pa.. rem.. rem.. paa..!!"

Tukang Ojek :" Khan cuma 5.000.., ga pake rem!"
.....

TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG

Nobody is Perfect

Anda sedang galau?. Apa yang Anda pikirkan?. Begitu banyak masalah kah saat ini yang sedang Anda hadapi?. Apapun yang sedang Anda rasakan berkenaan dengan merasa "ketidaksempurnaan diri" menghadapi berbagai persoalan hidup misalkan masalah percintaan, masalah rumah tangga, masalah pekerjaan, masalah keuangan dsb.


Pernahkah Anda meresapi dan berintrospeksi diri bahwa berbagai persoalan muncul diawali dari respon pikiran terutama sugesti dari alam bawah sadar kita sendiri. Ketika berkeyakinan Anda akan menghadapi masalah maka pasti akan menemui masalah karena itu yang sedang Anda harapkan. Namun ketika Anda berkeyakinan baik baik saja maka tentunya akan baik baik saja. 

Ketika Anda telah berintrospeksi diri kemudian telah mendapatkan apapun mindset diri sendiri selama ini. Lantas apakah Anda juga mengevaluasi segala bentuk hubungan Anda terhadap orang lain baik ucapan maupun tindakan apakah telah sesuai untuk tidak menciderai hati atau perasaan orang lain?. 

Sebagai gambaran; terkadang kita gampang sekali menilai sesuatu apa yang telah diperbuat atau dihasilkan orang lain dengan penilaian "negatif" misalkan bila seseorang telah menghasilkan suatu karya lalu kita bilang jeleklah.. atau tidak enaklah.. atau salah.. dsb, padahal bisa jadi orang tersebut telah berbuat semaksimal mungkin mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk berbuat yang terbaik menyenangkan orang lain. Ketika Anda telah menilai negatif, apakah tidak hancur perasaannya. Menghancurkan keikhlasannya berubah menjadi "dongkol". Terkadang kita sibuk dengan kesalahan orang lain sebesar semut padahal bisa jadi sisi kebaikannya melebihi sebesar gajah. Seperti salah satu ungkapan yang cukup terkenal.

Misalkan bila keadaannya terbalik, Anda pada posisi dalam penilaian orang lain yang melakukan suatu karya misalkan kebisaan memasak. Mungkin pernah sekali kali Anda melakukan kesalahan, bayangkan bila Anda memasak, setelah sibuk mempersiapkan bahan bahan, kemudian membersihkan, mengolah bumbu bumbu, kemudian memasaknya berhadapan dengan kompor panas dengan wajan dsb. Ketika telah selesai dan disajikan kemudian dinilai oleh orang lain "ga enak banget" dengan sadis di pendengaran Anda. Bila Anda emosi tentunya jangan sampai melakukan "pergerakan" perpindahan makanan tersaji ke tempat "yang tidak semestinya" misalnya muka orang lain. Maaf. 

Ya begitulah terkadang kita mudah sekali menilai tapi tanpa pernah mencoba melalui proses. Ketika telah melalui proses akan terasa sekali tahapan perjalanan suatu proses perjuangan, pengorbanan, proses pencurahan tenaga dan konsentrasi dsb.

Manusia bukanlah seperti robot melainkan terdiri dari darah dan daging dan memiliki perasaan.
Dari sinilah terkadang kita tidak sadar menanamkan suatu "karma" buruk yang tercatat oleh alam yang menjadi simpanan Anda lalu dikemudian hari dikembalikan kedalam diri Anda.

Kesimpulannya adalah bila ingin hidup Anda bahagia maka awali pemikiran Anda dengan pola pikir (mindset) positif. Kemudian perbanyak perbuatan baik untuk mengumpulkan karma baik (pahala di sisi Tuhan) sekecil apapun dan yang terakhir usahakan untuk selalu tersenyum apapun kesulitan yang sedang Anda hadapi.

Hadapilah hidup dengan berbaik sangka, maka Alampun akan berbaik sangka kepada Anda. Bahkan Tuhan pun akan mengikuti apapun persangkaan seorang hamba kepadaNya.

Manusia memang tidak ada yang sempurna, maka akan lebih baik bila Anda telah menyadari diri sendiri dan diaplikasikan untuk menghargai orang lain juga. 

Mohon maaf bila ada kata kata yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat.

Pikiran Terbuka

Selama manusia belum dapat bebas dalam arti yang sebenarnya, dia akan selalu merindukan sesuatu yang tidak atau belum ada. Tidaklah mengherankan apabila manusia yang tinggal di tepi laut merindukan keindahan alam pegunungan, sebaliknya mereka yang tinggal di lereng gunung merindukan keindahan pantai lautan. Manusia yang belum bebas selalu menganggap keadaan orang lain lebih menyenangkan daripada keadaan diri sendiri, milik orang lain lebih menarik daripada miliknya sendiri, dan seterusnya.


Pendeknya, yang terbaik dan terindah itu selalu berada di SANA, sedangkan yang berada di SINI selalu membosankan, buruk dan tidak seindah yang di sana.

Hanya kalau orang sudah benar-benar bebas daripada permainan pikiran yang mengejar kesenangan, kalau sudah bebas dari bayangan bayangan kesenangan masa lalu yang menjadi kenangan, bebas dari penilaian, bebas dari perbandingan, maka dia dapat membuka mata dan memandang dengan wajar, memandang dengan waspada dan dengan penuh perhatian, sepenuh perhatiannya, kepada apa adanya di saat ini.

Dan kalau sudah dapat memandang seperti itu, setiap saat terhadap apa yang ada, tanpa dikotori perbandingan dan penilaian, maka batin tidak lagi digoda oleh bayangan-bayangan yang hanya mendatangkan pengejaran kesenangan dan akhirnya menuntun kita kepada kebosanan, kekecewaan dan kesengsaraan.

Hanya kalau mata kita terbuka dan mengamati apa adanya setiap saat, maka akan nampaklah segala yang ada sebenarnya adalah apa adanya itu.

Apabila dalam penglihatan hasil pengamatan ini masih ada penilaian "ini baik dan menyenangkan” atau “Itu buruk dan tidak menyenangkan”, maka pengamatan itu pun akan menjadi kotor dan ternoda karena yang berkata baik atau buruk itu bukan lain adalah pikiran yang selalu menjangkau kesenangan.

Dalam ranah hukum Tuhan adalah lain persoalan karena tanpa ada penilaian makhluk pun, Tuhan tahu apa yang TERBAIK bagi diri manusia sebelum adanya pilihan yang menjebak manusia itu sendiri karena tidak menggunakan nurani dan akal sehatnya.

Wallahualam.

Friday, 2 September 2016

Pambukaning Pemakluman Diri

Pernahkah Anda terlintas bayangan bila pernah ada suatu bangsa yang memiliki peradaban tinggi, tingkat spiritualitas tinggi, kemudian dibarengi tingkat pemakluman diri terhadap diri dan orang lain juga tinggi. Bangsa ini pernah ada, kemudian "berhijrah" sedangkan peninggalan bangsa ini dihancurkan bangsa lain yang agressor. 

Namun kali ini saya tidak akan mengulas sejarah, saya sekedar membahas peninggalan peradaban bangsa ini mengenai Tingkat pemakluman sepenuhnya untuk menjadi pembelajaran bagi diri saya dan mungkin bagi Anda. Semoga ada manfaatnya.

Seperti apakah pemakluman itu?, gambaran sederhana mungkin bisa dibayangkan dengan suatu contoh kecil; Bila suatu saat Anda sedang bercanda dengan seorang anak kecil, kemudian anak kecil itu tiba tiba tanpa sebab menampar muka Anda, apakah Anda ingin membalasnya?. Tapi tentunya Anda yang sehat pikirannya tidak akan membalas tamparannya bukan?. Inilah makna sederhana dari tindakan pemakluman. 

Lantas bagaimana cara melakukan pemakluman sepenuhnya?. Pertama memperbaiki kualitas spiritualitas Anda, karena ini kuncinya. Dari sini akan bangkit suatu kesadaran diri, kepasrahan diri serta ada keinginan untuk memaafkan kesalahan diri dan orang lain yang berbuat salah kepada Anda baik orang itu mengakui kesalahannya atau pun tidak. Selain itu pula mengetahui batasan norma norma atau kaidah pemakluman yang tidak bertentangan dengan hukum Tuhan.

Yang kedua, selanjutnya memandang suatu hal yang menimpa diri adalah sepenuhnya sudah ter-skenario-kan Tuhan di Lauh mahfudz (catatan perjalanan semua ciptaan Tuhan) atau dengan kata lain menerima takdir Tuhan. Akan tetapi hasilnya adalah dari pilihan kita sendiri.

Ketiga, melakukan upaya berbaik sangka (husnudzon). Seperti contoh diatas Anda ditampar anak kecil, atau contoh lainnya misalnya ketika Anda sedang mengantri di Loket tiket, Anda sudah mengantri ber jam jam tiba tiba ada orang yang datang menerobos antrian, ketika tiba giliran Anda di depan loket dibilang tiketnya sudah habis???.. Apa yang Anda rasakan?. 
Mungkin gelap di mata Anda, namun apakah otak Anda memerintahkan untuk meng-eliminasi orang yang menerobos antrian atau penjual tiketnya?. 

Bila Anda salah menentukan pilihan mungkin Anda telah menjadi seorang robot Terminator. Namun bila Anda dengan terang pikiran dan hati akan mendapatkan kesimpulan bahwa Tuhan memiliki rencana yang lain dengan kejadian tersebut. Inilah yang menjadikan diri Anda seorang fasilitator bagi jiwa Anda sendiri untuk melakukan PEMAKLUMAN DIRI SEPENUHNYA TERHADAP DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN maka Anda telah meraih salah satu kebahagiaan hidup di dunia. Insyaallah.

Banyak lagi contoh contoh lain dalam kehidupan yang dapat Anda sarikan sendiri, misalnya dalam menghadapi cobaan, fitnahan, kesusahan dsb. Kepasrahan total kepada Tuhan adalah bentuk pemakluman Diri yang paling sempurna. Berat dilakukan namun bila telah meraihnya akan bahagia luar biasa.

Semoga kita semua bisa beristiqomah dijalan yang benar dan sepenuhnya berusaha memperbaiki diri salah satunya rendah hati dan berbaik sangka dan pemakluman diri terhadap diri dan orang lain. Insyaallah. Amien.

Setitik Tentang Jati Diri

Assalamualaikum.

Kata jati diri barangkali pernah kita dengar atau bahkan mungkin diantara Anda ada yang sedang menggali, apa dan bagaimana, seperti apa dsb. Jati diri pada dasarnya berkaitan dengan "anggapan seseorang terhadap dirinya sendiri". Dalam bahasa psikologi jati diri dapat dipadankan dengan "self-esteem". Bagaimana seseorang memandang dirinya menentukan sikapnya terhadap hidup. 


Ada orang yang beranggapan dirinya adalah orang yang tidak berharga, padahal orang lain melihat dia sebagai orang yang pandai dan rajin. Karena menganggap dirinya tidak berharga, maka dia tidak mampu menggunakan kemampuannya dalam pekerjaan maupun dalam keluarga.

Bangsa Jepang mempunyai jati diri yang kuat. Bangsa ini melihat dirinya sebagai bangsa yang unggul dan terhormat. Rasa unggul dan terhormat ini menjadikan bangsa Jepang sebagai pekerja keras, tekun dan tahan menderita. Selain itu bangsa Jepang pantang tercemar kehormatannya. Kalau harus menanggung rasa tidak hormat (malu maka lebih baik mati (harakiri). Sebaliknya, mungkin terlalu lama dijajah, bangsa Indonesia mempunyai jati diri yang lemah.

Pertanyaan yang paling mendasar lantas bagaimana dengan jati diri kita sendiri? Tentu tidak mudah melakukannya. Waktu yang paling tepat untuk meneliti jati diri adalah sewaktu kita mengalami nasib yang tidak menyenangkan, misalnya sedang sakit, sedang kena PHK atau mengalami kebangkrutan usaha. Nasib diri kita pada dasarnya bersumber dari jati diri atau self-esteem, yaitu bagaimana kita melihat atau menganggap diri kita. Keadaan sakit juga merupakan akibat dari self-esteem.

Jati diri terbentuk oleh tiga kebutuhan hidup manusia, yaitu kekuasaan, rasa tanggung jawab dan cinta kasih. Manusia membutuhkan kekuasaan dalam bentuk pengaruh terhadap orang lain, penerimaan dan perhatian dari orang lain. Kegagalan atau kekecewaan tidak medapatkan kekuasaan tersebut dapat menyebabkan orang menganggap dirinya tidak berguna atau self-esteem yang rendah. Hal yang sama juga terjadi pada kegagalan mendapatkan kasih sayang dan tanggung jawab.

Sebagai contoh, pada waktu kita mengalami musibah, termasuk sakit, mulailah menelusuri berbagai kejadian atau pengalaman di waktu lalu yang menyebabkan kekecewaan, kesedihan atau kemarahan dalam hal kekuasaan, kasih sayang dan tanggung jawab dalam hidup itu sendiri. Kalau sudah menemukan pengalaman dan kejadian tersebut maka sadarkan diri sendiri bahwa pengalaman dan kejadian tersebut sudah lewat dan seharusnya tidak ada urusan atau kaitan lagi dengan kehidupan kita sekarang. Sekarang kita sudah menduduki kursi direktur dalam perusahaan besar, sehingga kita menjadi perhatian, mendapat kasih sayang dan juga kekuasaan.

Apakah semudah itu mengubah jati diri? Tidak sama sekali. Memang mudah dikatakan tetapi sangat sulit untuk dilaksakan. Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

Selanjutnya bertanyalah pada diri sendiri, apa tujuan hidup kita. Bagi orang yang religius dapat bertanya, untuk tujuan apa Tuhan menciptakan saya dan menugaskan saya hidup di bumi ini? Para pewaskita mengatakan bahwa tujuan hidup adalah untuk memberi, untuk melayani orang lain. Dalam Islam dikatakan bahwa tujuan hidup manusia adalah menjadi Khalifah Allah di Bumi. Misi Kholifah adalah untuk memakmurkan bumi dan membahagiakan sesamanya.

Jika sekarang Anda sudah tahu tujuan hidup yang paling hakiki, yaitu melayani. Pertanyaannya, apakah selama ini kita sudah bersikap melayani? Kalau belum tidak heran kita gagal menjadi pejabat, menjadi pengusaha atau menjadi tetangga yang baik. Kita tentu menyangkal bahwa hidup kita sejauh ini belum atau tidak melayani. Kalau begitu bertanyalah pada diri sendiri, apakah kita bahagia, tidak tegang atau stress?

Kalau kita merasa tidak bahagia (ada saja yang kurang atau ada saja yang salah), itu tandanya kita tidak bahagia atau mengalami stress. Rasa tidak bahagia dan stress adalah sumber kegagalan dan penyebab sakit. Tidak melayani sama artinya dengan egois. Kita jadi pejabat tidak melayani rakyat tetapi sibuk dengan kekuasaan. Menjadi pengusaha tidak melayani konsumen tetapi sibuk meningkatkan keuntungan sendiri.

Dari ragam dialog diri diatas, yang perlu kita sadari adalah bahwa kita memiliki nilai atau harga diri sama dengan manusia lain karena semua manusia diciptakan Tuhan dengan misi yang sama. Oleh karena itu tidak perlu merasa kurang atau merasa lebih dari orang lain. Katakan pada diri sendiri bahwa kita adalah manusia "pemberi" yang hebat. Itulah jati diri kita yang hakiki.

Antara Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta

Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah dan ia melihat ada 3 orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan. Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. 

Perempuan itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Laki-laki berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang? Perempuan itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata laki-laki itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.

Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata laki-laki itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya perempuan itu karena merasa heran. Salah seorang laki-laki itu berkata, "Nama dia Kekayaan, "katanya sambil menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu laki-laki berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu. 

Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di luar. Suaminya pun merasa heran. "Oh...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. 

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita. Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.

Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. 

Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.