iklan

Featured Post
Kisah Seorang Istri Sholehah dan putrinya

  Ini adalah sebuah kisah nyata tentang perjuangan seorang istri dan putrinya dalam menghadapi ujian dikala sang suami atau sebagai ay...

Friday, 23 December 2016

Kalau Bisa Dibuat Mudah, Mengapa hidup harus dibuat sulit?

Bismillahirrahmannirrahim.


Sesuai pertanyaan judul diatas, terkadang lebih mudah diucapkan akan tetapi begitu sulit untuk dilaksanakan. Dalam kehidupan kalau bisa dibuat mudah mengapa harus dipersulit?.

Bila dikaitkan dengan firman Allah :

"Dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan senda-gurau dan permainan belaka dan sesungguhnya perumahan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, jikalau mereka mengetahui.” (Al-Ankabut: 64)

Ya, hidup didunia adalah kehidupan yang sementara, kehidupan fatamorgana dan penuh kepalsuan. Segala tindakan yang kita perbuat belum tentu murni bernilai ibadah, ikhlas karena Allah. Bisa jadi perbuatan baik apapun yang kita lakukan telah terkotori dengan riya atau ingin pamer sehingga tanpa kita sadari menjadi satu hal yang sia-sia dimata Tuhan. Apalagi jika kita melakukan perbuatan buruk yang didasari karena ego dan hawa nafsu yang akan semakin menumpukan amalan dosa didalam jiwa.

Setiap manusia lebih banyak tersibukan oleh hal hal yang sebenarnya suatu bentuk kesia-siaan di mata Allah misalnya bila ada kasus yang sedang "hot" atau "hit" terkadang kita lebih mudah menanggapi atau berkomentar tanpa ada dasar ilmunya sama sekali. Orang bilang "lidah tidak bertulang" padahal ada yg lebih besar antara faedah atau mudharatnya yaitu "opini" atau buah pemikiran yg kita tulis melalui media sosial atau melaui lisan dan lain sebagainya sehingga keadaan yang seharusnya dapat menentramkan malah semakin mengobarkan api karena perang opini. Jadi jelas apakah tidak semakin besar dosa-dosa yang kita tanggung apabila pendapat kita menyesatkan?.

Apa yang kita rasakan bahwa sekarang ini adalah jamannya demokrasi yang dianggap bisa sembarangan orang untuk bebas berpendapat, baik dengan hawa nafsunya atau dengan menggunakan disiplin keilmuannya yang justru ujung ujungnya bila berbenturan malah menimbulkan konflik bahkan sampai ke ranah hukum, kalau begitu dapat kita pertanyakan apa artinya dengan demokrasi bila berbeda pendapatpun malah jadi ribut atau bahkan berurusan dengan aparat hukum.

Berarti khan tidak bebas?.

Padahal seharusnya khan damai-damai saja atau aman-aman saja.

Pada akhirnya semua kejadian diatas dunia ini baik pengalaman diri maupun episode perjalanan orang lain yang seharusnya dapat kita ambil hikmahnya bahwa sebelum kita berbuat, haruslah kita pertimbangkan masak-masak apa konsekuensinya kelak atas perbuatan atau buah pemikiran kita.

Bekali diri dengan pemahaman diri dahulu, bekali diri dengan sepenuhnya dengan "ISI" ilmu sehingga tidak akan diibaratkan seperti " Tong kosong nyaring bunyinya" atau ibarat "Air beriak tanda tak dalam".

Bila diri kita bukan seorang pakar pembuat pesawat jangan coba-coba membuat pesawat sendiri.
Bila diri kita  bukan seorang ahli agama jangan coba coba mengurai masalah agama atau bahkan menghina para alim ulama, yang bilamana kita lihat ke diri kita sendiri dapat dipertanyakan, apakah kita lebih soleh dari diri mereka? Apakah hidup kita setiap waktu mendalami kitab suci atau menghapalnya?.
Apakah ibadah kita telah benar sesuai tuntunan nabi?. Bahkan untuk ibadahpun kita masih "belang bentong", doa-doapun banyak yang tidak hapal apalagi penguasaan tafsir quran dan ribuan hadits yang hapal diluar kepala. Astagfirullah.

Sekarang kembali kita melihat kedalam diri kita sendiri, sejatinya bila hidup ingin tentram dan tidak menambah beban dosa, ya terapkan pertanyaan kedalam diri sendiri "bila hidup bisa dibuat mudah mengapa harus dibuat sulit?."
"Bila bisa berbuat baik, mengapa harus berbuat zhalim?".

Hidup yang sebentar ini bisa kita manfaatkan sebaik baiknya dengan banyak melakukan perbuatan baik walaupun terlihat kecil dan sederhana. Insyaallah.

“Hai sekalian manusia, sesungguhnya janji Allah itu adalah benar. Maka dari itu, janganlah engkau semua tertipu oleh kehidupan dunia ini dan janganlah sekali-kali kepercayaanmu kepada Allah itu tertipu oleh sesuatu yang amat pandai menipu.” (Fathir: 5)

JAGALAH HATI DAN LIDAHMU TERUTAMA HAWA NAFSU PIKIRANMU SENDIRI

Wallahuallam bisshawab

Wednesday, 7 December 2016

Gempa Aceh Dan Arab bersalju

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Segenap rasa cinta dan sholawat kepada nabi Muhammad SAW. Semoga kita dapat safaatnya di hari penghisaban kelak.



Apa yang terjadi di akhir akhir tahun 2016 ini baik yang terjadi di negeri kita tercinta maupun di seluruh dunia. Banyak hal yang semakin membuat umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya semakin menyadari bahwa apa yang disabdakan oleh Rosulullah mengenai akhir zaman semakin hari semakin nyata terlihat tanda tandanya mendekati hari akhir (kiamat).

Lantas apakah kita harus takut?. Atau apakah kita harus tidak perduli?. Semua kembali kepada hak masing masing orang. Apa yang menjadi pilihan kita itulah nantinya yang harus kita tanggung sendiri karena semuanya berkaitan dengan iman. Dibawah ini mungkin sedikit yang dapat saya ungkapkan untuk membuka kesadaran mengenai beberapa fenomena diantara puluhan tanda tanda akhir zaman yang mungkin kita tidak sadari padahal nabi telah mengabarkannya 1400 tahun yang lalu.

1. Sering terjadi nya gempa bumi.

Apa yang terjadi hari ini (7 Desember 2016) di bumi serambi mekkah (Aceh) yang kita turut berduka cita atas kejadian gempa bumi 6,5 SR. Semoga Allah memberi kesabaran kepada saudara saudara kita disana. Hanya Allah Yang Maha Tahu setelah ini belahan bumi mana lagi akan terjadi gempa. Apakah dibelahan bumi barat ataupun di jazirah Arab. Wallahualam.

2. Timbulnya perselisihan perselisihan.

Sementara di bumi lain diantaranya adalah negeri Palestina dan saudara saudara muslim Rohinghya yang mengalami penindasan. Sedangkan di saat ini dinegeri kita sendiri sedang terjadi perselisihan perselisihan berkaitan dengan penistaan agama yang berimbas pada hubungan sosial ataupun politik dsb yang hanya Allah Yang Maha Tahu atas segala kehendakNya.

3. Daerah Jazirah dan Tanah Arab yang Tandus kini Menghijau.


Dalam awal awal bulan ini (setelah terjadi juga tahun tahun sebelumnya) terjadi fenomena turunnya salju di daerah padang pasir Tabuk sekitar 1500 KM dari ibukota Riyadh sedangkan kota Riyadh nya sendiri terjadi banjir yang merubah lautan pasir menjadi lautan air. Subhanallah.


Salju adalah merupakan sumber komponen utama bagi terbentuknya tumbuhan, sungai di dunia. Saat ini berdasarkan penelitian sains, di jazirah tanah tandus arab tidak terkecuali di tabuk, bahkan di gurun sahara sudah mulai dipenuhi dengan tumbuhan hijau dengan turunnya hujan salju.


“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim)“

Berdasarkan penelitian Profesor Alfred Kroner, seorang ahli geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany - dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai, sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

Langkah menuju Gerbang Akhir Zaman.


Dari sebagian tanda tanda atau fenomena diatas merupakan penggenapan menuju gerbang tanda tanda kiamat kubro. Apa yang menjadi gerbang menuju tanda tanda besar kiamat?. Yaitu munculnya Al Mahdi. Apakah saat ini beliau telah ada?. Saya yakin telah ada. Hanya saja Allah masih sembunyikan, bila telah saatnya tiba, beliau akan di islahkan dalam satu malam, barulah pada saat itu beliau muncul dihadapan publik terutama di Mekkah dan dibai'at oleh kaum mukminin.

Dari (Abu Sa’id) Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ؛ يُبْعَثُ عَلَـى اخْتِلاَفٍ مِنَ النَّاسِ وَزَلاَزِلَ، فَيَمْلأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جُوْرًا وَظُلْمًا، يُرْضِـى عَنْهُ سَاكِنُ السَّمَاءِ وَسَاكِنُ اْلأَرْضِ، يَقْسِمُ الْمَالَ صِحَاحًا.
‘Aku berikan kabar gembira kepada kalian dengan al-Mahdi, yang diutus saat manusia berselisih dengan banyaknya keguncangan. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan kelaliman dan kezhaliman sebelumnya. Penduduk langit dan penduduk bumi meridhainya, ia akan membagikan harta dengan cara shihaah (merata).’
Seseorang bertanya kepada beliau, ‘Apakah shihaah itu?’ Beliau menjawab, ‘Dengan merata di antara manusia.’”

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِـي الْمَهْدِيُّ؛ يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِى الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ، وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ، يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا (يَعْنِي: حِجَجًا).
“Pada akhir umatku akan keluar al-Mahdi. Allah menurunkan hujan kepadanya, bumi mengeluarkan tumbuhannya, harta akan dibagikan secara merata, binatang ternak melimpah dan umat menjadi mulia, dia akan hidup selama tujuh atau delapan (yakni, musim haji).”
Semoga kita semua selamat di akhir zaman ini.
Amin yarobbal alamin.