iklan

Featured Post
SURAT DARI IWAN UNTUK TUHAN

IWAN adalah seorang preman yang baru insyaf. Ingin berusaha jujur dan ingin mengenal Tuhan. Ketika sedang merintis kehidupan baru yang lu...

Wednesday, 6 June 2018

Kumbang dan Bunga

Lelaki ibarat kumbang yang dapat terbang dan hinggap di setiap bunga. Dapat bebas berdasarkan kekuatan sayap tanpa terikat kakinya dengan sesuatu.

Wanita ibarat bunga yang terikat dengan dahan dan akar. Walaupun akan menarik hati setiap datangnya kumbang namun memberi sari kenyamanan tidak ke setiap yang datang.

Semakin banyak kumbang yang datang dan hinggap dan kemudian sang bunga memberikan kenyamanan kesetiap mereka maka sesungguhnya sang bunga akan memudarkan dirinya untuk cepat menjadi layu.

Kekuatan bunga berada pada dahan dan akar yaitu kesucian dan kesetiaan sebagai kiasan menanti datangnya satu kumbang yang hinggap dan menandai. Kamu milikku.

Kekuatan sang kumbang adalah untuk tetap terbang kembali kepada sang bunga tanpa adanya letih karena telah terasa manisnya si bunga idaman. Mungkin sesekali dia lewat untuk melihat keindahan bunga yang lain karena takdir kumbang adalah petualang namun dia tetap menuju satu  bunga untuk dihisap karena tidak semua bunga adalah sedap walaupun nampak indah.

Sang waktu akan selalu tetap berjalan dengan menjadikan sang bunga layu namun kesetiaan sang bunga bertahan untuk satu kumbang yang hinggap sampai dia mati dan sang kumbang putus sayap dan mati.

~Akulah kumbang, Bungaku~

Friday, 1 June 2018

Mencari kebahagiaan

Kebahagiaan  adalah  keadaan  hati  yang  mampu  menerima  segala  sesuatu seperti  apa  adanya,  tidak  terpengaruh  oleh  sesuatu. 

Kebahagiaan  sudah  ada setiap  saat,  hanya  untuk  dapat  merasakannya,  segala  macam  pengaruh  harus meninggalkan  batin  kita,  karena  hanya  batin yang  bebas  sajalah,  bebas  dalam arti  kata  seluasnya,  bebas  tidak  terikat  oleh  kesenangan  atau  kesusahan,  tidak terikat  oleh  apapun  juga,  yang  akan  mampu  mengerti  apa  sesungguhnya  yang dinamakan kebahagiaan  itu.

Kebahagiaan  adalah  seperti  sinar  matahari  yang  selalu  ada.  Kalau  tidak nampak,  maka  sudah  pasti  bahwa  ada  yang  menghalangi  atau  menutupi  sinar itu.  Kalau  penghalang  atau  penutupnya  lenyap,  sudah  pasti  cahaya  itu  akan bersinar  dengan  cerahnya dalam  keadaan  gelap  karena  cahaya  itu  terhang, percuma  sajalah  mencari-cari  cahaya  itu,  karena  tidak  mungkin  akan  bertemu.

Dan  segala  macam  penghalang  itu  berada  di  dalam  batin kita  sendiri.

Orang  yang  selalu  ingin  mengejar  kesenangan,  dan  orang  yang  selalu  ingin menghindarkan  kesusahan,  takkan  pernah  dapat  mengenal  apa  sebenarnya kebahagiaan.  Bukan  berarti  bahwa  kita  tidak  boleh  menikmati  kesenangan atau  meninggalkan  keduniawian  lalu  bertapa  di  puncak  gunung.

Menikmati kesenangan  adalah  hak  kita  sebagai  manusia  hidup,  karena  kita  telah  diberi panca  indera  sebagai  alat  untuk  menikmati  kesenangan  dalam  hidup  ini. Namun,  senang  susah  itu  baru  timbul  apabila  ada  perbandingan  dalam  hati.

Kalau  kita  menerima  segala  sesuatu  sebagai  apa  adanya,  sebagai  suatu kewajaran,  maka  tidak  ada  lagi  sebutan  senang  susah  itu,  tidak  tercipta ombak-ombak  senang  susah  yang  saling  bertentangan.

Selamat Ramadhan sayang..