iklan

Featured Post
Kisah Seorang Istri Sholehah dan putrinya

  Ini adalah sebuah kisah nyata tentang perjuangan seorang istri dan putrinya dalam menghadapi ujian dikala sang suami atau sebagai ay...

Thursday, 29 March 2018

Perjalananku


Dear sahabat,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah atas segala nikmatNya yang tiada terhitung, dari setiap udara yang kita hirup, dari setiap aliran darah yang terpompakan jantung yang Allah hidupkan tanpa batere.
Dan selalu disetiap saat sholawat atas nabi yang mulia Muhammad sallallahualaihi wasalam yang mudah mudahan kita di beri safaat dan di pertemukan di sisi Allah.

Waduh, sudah lama sekali aku tidak pernah curhat untuk mengungkapkan corat coret di web kesayanganku ini.
Mungkin aku tengah asyik dengan perjalanan kehidupan ini yang sebenarnya bila ditelaah lebih lanjut, terlalu melenakan, tidak ada pola yang berubah dari setiap diri manusia. Semua pola berputaran antara tertawa dan air mata, senang dan sedih, kenyamanan dan kesakitan, dalam keramaian dan kesendirian. Antara cinta dan benci dsb.

Hanya satu hal yang perlu dilakukan yaitu BERSYUKUR atas apapun yang telah Allah berikan.

Apakah disaat penderitaan yang dialami, aku dan atau kamu harus menyalahkan orang lain atau menyalahkan semut yang setiap saat merayap di lantai atau menyalahkan cicak yang mungkin menatap di dinding kamar atau bahkan menyalahkan hujan yang turun dari langit saat ini atau menyalahkan matahari yang menyengat tadi siang.
Mereka mungkin hanya tertawa melihat kelakuan kita.

Matahari mungkin berkata ; ih apa sih kamu?.

Baru hidup sebentar saja sudah banyak mengeluh karena menderita?
Baru dikasih senang saja sudah sombong diatas bumi?

Aku matahari diciptakan berjuta tahun lalu menaati sang Penciptaku untuk memberi kehidupan bagi kalian dan alam semesta, bila aku mengeluh karena aku jenuh, maka alam kalian akan mati dan menjadikan diriku dalam kekufuran dan tempatnya hanya didalam neraka, karena seperti halnya kalian, aku juga adalah makhluk dan akupun akan mati disuatu saat atau di hari akhir kelak dan akan terkena hisab pula. :(

Adanya penciptaan ruh, kelahiran di dunia, perjalanan hidup, kehidupan di alam akhirat dan sebagainya adalah sebagai bukti akan adanya Sang Maha Pencipta.

Bila saat ini kamu tengah sedih, maka ingatlah suatu saat kamu bahagia. Dan bila saat ini kamu tengah tertawapun maka ingatlah untuk tetap waspada dan tidak lupa diri.

Perjalanan hidup di dunia ini bagiku dan bagi kamu adalah sekedar tempat singgah, karena tujuan yang utama adalah kembali ke kehidupan asal ruh di sisi Sang Maha Pengasih.

Buat kamu, janganlah selalu bersedih.
Yakinlah bahwa Surga itu ada sesuai keimanan. Bila saat di dunia ini kita tidak disatukan oleh Tuhan, setidaknya kita dapat berjumpa di sisi Tuhan. Dalam damai selamanya.

Yang perlu kita lakukan adalah  persiapkan bekal yaitu selalu berbuat baik, tanpa beban, tanpa pamrih dan tetap istikomah karena Allah.

Selamat hari bahagia buat kamu di hari ini, juga esok dan hari hari selanjutnya.

~29 Maret 2018~

Sunday, 25 June 2017

Hari Raya dan Kesatuan atas perbedaan








Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Dengan kasih sayangNya seluruh makhluk hidup berdampingan penuh harmoni.


Alhamdulilah, puji syukur atas segala karunia dan nikmat yang tiada habisnya yang telah pencipta berikan yang bilamana itu dibebankan kepada seorang hambaNya maka tidak akan sanggup melakukannya sebagaimana pernah nabi Sulaiman mencoba memberikan rejeki kepada makhluk Tuhan. Baru memberikan makanan kepada seekor ikan paus pun belum tercukupi walaupun seluruh kekayaan dan kekuasaan nabi Sulaiman telah dikerahkan. Bagaimana halnya dengan seluruh makhluk yang ada di dunia?.
Subhanallah, Maha Suci Allah.

Dalam kesempatan ini, ada sedikit penulis membahas mengenai sikap perbedaan yang dalam setahun terakhir ini begitu ramai dan seakan akan membentuk tembok atau jurang pemisah antar kehidupan berbangsa dan bernegara. Ya, mungkin saya bukanlah seorang yang memiliki pengaruh atas bangsa ini atas pemikiran namun mudah-mudahan dapat menjadi bagian doa dari seluruh bangsa ini yang menginginkan kebaikan atas negeri ini.

Satu bangsa ibarat suatu bangunan terintegrasi karena adanya kesatuan unsur yang saling mendukung.
Terdapat ikatan besi, pasir, batu dan semen, air dan tanah yang saling menguatkan untuk menghasilkan kekuatan bangunan yang tangguh.

Perbedaan bukanlah sesuatu yang tabu. Adanya perbedaan itulah yang akan saling melengkapi dan menguatkan. Tanpa ada rasa ego "karena aku, bangunan ini kuat". Padahal karena perbedaanlah timbul kekuatan dan adanya keseimbangan.

Bilamana ada panas dan dingin menyatu dalam keseimbangan maka akan timbul kehangatan. Kehangatan atas persaudaraan baik dalam ukhuwah islamiyah sebagai pondasi maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

AKU CINTA NKRI, AKU CINTA PANCASILA, AKU JUGA CINTA PEMIMPIN YANG ADIL DAN BIJAKSANA SERTA AKU CINTA ULAMA DAN AGAMA.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H / 25 JUNI 2017.

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
TAQABALLOHU MINA WA MINKUM.

Monday, 24 April 2017

Bagaimana Mengatasi Duka dan Permainan pikiran?

Hidup dikuasai oleh pikiran serta perasaan suka dan duka yang merupakan permainan pikiran.  

Jarang sekali kita membuat pikiran dalam keadaan hening tidak terpengaruh akan suka ataupun duka. Pikiran selalu mengejar kesukaan akan tetapi menjauhi kedukaan. Namun, suka dan duka merupakan dua permukaan dari mata uang yang sama, tak terpisahkan. Dimana ada suka di sana pasti ada duka, seperti terang dan gelap, siang dan malam, merupakan pasangan yang membuat kehidupan pikiran menjadi lengkap.

Pikiran seperti air samudra, tak pernah diam, selalu berubah. Oleh karena itu, tidak ada keadaan pikiran yang abadi. Sukapun hanya sementara, demikian pula duka, walaupun biasanya, duka lebih panjang usianya dibandingkan suka. Bahkan suka biasanya berekor duka, walaupun duka belum tentu disambung suka. 

Apa yang hari ini mendatangkan kesukaan, besok sudah berubah mendatangkan kedukaan. Keadaannya tidaklah berubah. Keadaan apa adanya merupakan kenyataan yang tidak berubah. Yang berubah adalah keadaan pikiran kita sehingga karena dasar pemikirannya berubah, maka penilaiannya juga berubah-ubah. Bila hari ini menyenangkan pikiran, besok dapat berubah menjadi menyusahkan.

Kalau nafsu yang memperdaya hati dan akal pikiran sudah mencengkeram kita, maka kita selalu tenggelam, baik dalam suka maupun dalam duka. Dikala suka, kita dapat menjadi mabuk kesenangan dan lupa diri, sebaliknya, di waktu duka kitapun menjadi mabuk kedukaan dan merana. Keduanya merupakan keadaan di mana kita dipermainkan oleh nafsu melalui hati akal pikiran kita.

Bagaimana kita dapat mencari jalan keluar dari lingkaran setan ini? Bagaimana kita dapat terbebas dari nafsu hati dan akal pikiran? Siapa yang bertanya ini? Siapa yang ingin bebas dari nafsu yang menguasai hati dan akal pikiran? Jelas bahwa yang bertanya adalah pikiran juga, pikiran yang sama yang bergelimang nafsu. Melihat bahwa nafsu mendatangkan ketidakbahagiaan, maka pikiran lalu ingin agar bebas dari nafsu.

Bagaimana mungkin nafsu dapat bebas dari dirinya sendiri? Semua usaha yang dilakukan nafsu tentu mengandung pamrih menyenangkan diri sendiri, membebaskan diri dari susah. Dengan usaha ini, berarti kita terjatuh ke dalam lingkaran setan yang sama, atau bahkan lebih kuat!

Kiranya tidak ada jalan lain bagi kita kecuali MENYERAH atau PASRAH.

Pasrah kepada Tuhan, kepada Sang Maha Pencipta, Maha kuasa dan Maha Kasih! Kita ini, berikut hati dan akal pikiran, berikut nafsu-nafsu kita, kita ini seluruhnya diciptakan oleh kekuasaan Tuhan! Maka, tidak ada yang lebih benar dari pada menyerahkan segala-galanya kepada yang mengadakan kita, yang menciptakan kita. Di waktu mengalami suka, kita selalu ingat dan bersyukur kepadaNya sehingga tidak mabuk. Di waktu mengalami duka, kita selalu ingat dan menyerah padaNya sehingga tidak tenggelam.

Hanya kekuasaan Tuhan sajalah yang mampu meluruskan yang bengkok dalam batin kita, membersihkan yang kotor. Setiap kehendak Tuhan jadilah!. KUN FAYA KUN.

Bukan pikiran yang ingin menyerah karena kalau demikian tentu ada pamrih yang tersembunyi di balik penyerahan itu. Nafsu selalu berpamrih untuk memperoleh keuntungan bagi diri sendiri. Tidak ada si aku atau pikiran yang ingin menyerah. Yang ada hanya penyerahan itu saja, titik. Seolah-olah mati di depan Tuhan. Nah kalau nafsu hati dan akal pikiran tidak bekerja lagi, maka segalanya terserah kepada Tuhan. Tuhan Maha Bijaksana, Tuhan Maha Kasih, dan hanya kekuasaa Nya sajalah yang akan mampu mengadakan atau menjadikan yang tidak mungkin bagi pikiran.

Wassalam

Sunday, 9 April 2017

Rasa Syukur atas Segala Karunia


Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Wahai demi dzat yang menggenggam setiap jiwa jiwa seluruh makhluk.
Dzat yang telah mencurahkan segala rahmat dan segenap karunia dari hal hal yang kecil dan tak disadari sampai hal hal yang besar yang tersadari.

Apakah setiap tarikan nafasku dan hembusannya tidak menjadikan diriku bersyukur?. Apakah setiap rasa bahagia dan rasa kasih itu tidak membuatku bersyukur?.
Apakah setiap rasa sedih dan gundah gulana menghilangkan rasa syukurku? padahal dari rasa sedih itu dapat dirasakan nikmatnya rasa bahagia.

Tidakkah Tuhan yang diatas Ar'sy itu menjanjikan kepada setiap hamba manusia bahwa setiap hamba yang mensyukuri atas segala nikmatNya sekecil apapun akan dikaruniakan bertambahnya nikmat oleh Nya.

Allah SWT berfirman:


وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ  لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7).

Adapun firman firman Allah yang lain tentang peringatan rasa syukur;


Allah SWT berfirman:

تَبٰـرَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِى السَّمَآءِ بُرُوْجًا وَّجَعَلَ فِيْهَا سِرٰجًا وَّقَمَرًا مُّنِيْرًا
"Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar."
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 61).

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ اَرَادَ اَنْ يَّذَّكَّرَ  اَوْ اَرَادَ شُكُوْرًا
"Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur."
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 62).

Allah SWT berfirman:


وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ  لَا تُحْصُوْهَا  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 18).

Allah SWT berfirman:
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
"Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)."
(QS. Ad-Duha 93: Ayat 11).

Allah SWT berfirman:

اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍ ۖ  نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ  سَمِيْعًۢا بَصِيْرًا

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."
(QS. Al-Insan 76: Ayat 2).


اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا  كَفُوْرًا

"Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur."
(QS. Al-Insan 76: Ayat 3).


Allah SWT berfirman:

مَا يَفْعَلُ اللّٰهُ بِعَذَابِكُمْ اِنْ شَكَرْتُمْ وَاٰمَنْتُمْ   ؕ  وَكَانَ اللّٰهُ شَاكِرًا عَلِيْمًا
"Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 147).

Allah SWT berfirman:


يٰٓاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا کُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ کُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 172).

Allah SWT berfirman:

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهٗ بِاِذْنِ رَبِّهٖ   ۚ  وَالَّذِيْ خَبُثَ لَا يَخْرُجُ اِلَّا نَكِدًا    ؕ  كَذٰلِكَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّشْكُرُوْنَ

"Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 58).

Hadits hadits tentang rasa syukur

”Dua hal apabila dimiliki seorang dia dicatat Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama ( Ilmu dan Ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberikan kelebihan.HR.Attirmidzi)

”Yang paling pandai bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling pandai bersyukur kepada Manusia”(HR.Athabrani)

Seorang mukmin terbaik itu tentu banyak bersyukur ketika dalam kegembiraan dan banyak bersabar ketika dalam kesedihan (HR Muslim)

Barangsiapa diuji lalu bersabar, dikaruniai lalu bersyukur, didzalimi lalu memaafkan dan mendzalimi lalu beristigfar, maka bagi mereka keselamatan dan hidayah (HR Al Baihaqi)

Alangkah menakjubkan prilaku orang mukmin, jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur, jika ditimpa musibah, ia bersabar (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Sesungguhnya orang yang lebih banyak bersyukur kepada Allah SWT adalah orang yang lebih banyak bersyukur kepada sesama manusia (HR Tarmidzi)

Orang yang paling pandai bersyukur kepada ALLAH adalah yang paling banyak bersyukur kepada manusia (HR. Athabrani)

Bagaimana mengungkapkan rasa syukur?

Rasa syukur kepada Allah dapat diungkapkan melalui ucapan kalimat hamdallah ataupun melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan beramal sholeh.

Karena segala kalimat kebaikan akan diberikan balasan pahala yang berlipat dari Allah.

“Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka ia mendapatkan sepuluh kebaikan. Orang yang mengucakan laa ilaaha illallaah akan dibalas dua puluh kebaikan dan orang yang membaca alhamdulillah akan memperoleh tiga puluh kebaikan.” (Al Hadist)

Wallahuallam